Dinkes Mencatat 284 Kasus HIV di Bangka Belitung

  • 04 Feb 2026 13:54 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) mencatat sebanyak 284 kasus HIV di 2025 naik 2 kasus dari tahun 2024 dengan 282 kasus

Tercatat paling tinggi di Kota Pangkalpinang ada 133 kasus di 2025 sementara di 2024 ada 121. Kemudian tertinggi ke dua di Kabupaten Bangka dengan 45 kasus di 2025 sedangkan 63 kasus di 2024, lalu tertinggi ke tiga Kabupaten Belitung 33 kasus di 2025 sementara di 2024 ada 27 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bangka Belitung, Meiristia mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya penanganan dengan sosialisasi dan populasi beresiko.

“Upaya penanganan dan penumpangan daripada HIV/AIDS yang dilakukan oleh Provinsi Kepulauan Bangka Britung yaitu melakukan sosialisasi HIV di masyarakat dan populasi beresiko,” kata Meiristia, Rabu 4 Februari 2026.

Selain itu, Dinkes Babel juga meningkatkan jumlah layanan HIV di semua pelayanan fasilitas kesehatan mulai layanan perawatan, hingga pengobatan.

“Dukungan layanan dukungan dan pengobatan HIV di puskesmas maupun rumah sakit melakukan tes dan treatment pada kodif orang dengan HIV yang baru ditemukan,” katanya.

Diberitakan terpisah, Jumlah kasus HIV yang ditangani di Kota Pangkalpinang pada periode 2024–2025 mengalami peningkatan.

Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Budi Susilo, menjelaskan peningkatan kasus tersebut bukan semata gambaran kondisi di Kota Pangkalpinang saja. Pasalnya, fasilitas layanan kesehatan di kota ini menangani pasien dari seluruh wilayah Bangka Belitung.

“Kasus ini bukan khusus dari Pangkalpinang saja. Kita menangani se-Bangka Belitung, siapa pun yang datang tetap kita terima,” ujarnya, Senin 19 Januari 2026.

Menurut Budi, faktor perilaku menjadi penyebab utama meningkatnya kasus HIV yang tercatat. 

Ia mengungkapkan mayoritas penderita HIV yang ditangani merupakan akibat dari penyimpangan perilaku seksual, terutama pada kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).

“Data terbesar yang kita temukan memang dari kelompok LSL. Penderitanya beragam, ada mahasiswa, anak sekolah, hingga mereka yang sudah tidak sekolah,” katanya.

Untuk menekan laju penyebaran HIV, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang melakukan berbagai langkah pencegahan. Salah satunya melalui media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan menyasar sekolah-sekolah, terutama tingkat SMA.

Dinkes juga bekerja sama dengan komunitas penggiat HIV guna menjangkau kelompok-kelompok berisiko yang sulit diakses oleh tenaga kesehatan.

“Terus terang saja, kami dari Dinkes agak kesulitan masuk ke kelompok-kelompok eksklusif seperti LSL. Karena itu kami menggandeng komunitas agar penyuluhan bisa lebih efektif,” ucapnya. 

Dengan meningkatnya angka kasus, Dinas Kesehatan menegaskan pentingnya edukasi sejak dini dan peran aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran HIV di Bangka Belitung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....