Kelezatan Otentik Dodol Tradisional Desa Nibung
- 29 Agt 2026 14:41 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Kuliner tradisional dodol khas Desa Nibung, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, menjadi daya tarik utama dalam gelaran budaya menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Penganan manis ini diolah secara tradisional dan proses yang panjang oleh warga setempat. Hal ini diungkapkan Tokoh Adat Desa Nibung, Mahmudin.
| Baca juga: Mengenal Kue Si Kentut Khas Hakka Bangka |
" rasa dodol yang manis, gurih menggunakan bahan alami, seperti santan murni, beras ketan yang dihaluskan, gula pasir, dan gula aren pilihan. Seluruh bahan dimasak di atas kuali berukuran besar dengan kayu bakar." ujar Mahmudin. Jumat, 28 Agustus 2026.
Proses pengadukan adonan dilakukan secara bergantian oleh warga selama kurang lebih 8 hingga 10 jam hingga teksturnya mengental sempurna. Pengolahan komunal ini di samping menjaga kualitas rasa dodol, juga menjadi ruang untuk berkumpul, saling membantu, dan mempererat silaturahmi
Cita rasa khas dodol Desa Nibung tersebut diakui langsung oleh pendengar RRI Pro4 asal Sungailiat, Rina Septriani. Pernah menghadiri pelaksanaan tradisi dan mencicipi hidangan tersebut secara langsung, ia mengaku sangat terkesan dengan dodol olahan warga Nibung.
“Mencicipi dodolnya secara langsung adalah pengalaman yang luar biasa. Teksturnya sangat kenyal dan lumer di mulut, dengan perpaduan rasa manis gula aren yang kaya serta gurihnya santan murni yang begitu meresap. Aroma harum khas kelezatan dodol tradisional ini, benar-benar nikmat,” ujar Rina di Program Pemakan Nusantara RRI Pro4 Sungailiat.
Mahmudin menambahkan, dodol tradisional ini disiapkan secara massal oleh setiap kepala keluarga sebanyak 10 kilogram atau lebih. Hasil olahan dodol ini nantinya dikemas dan disajikan secara gratis di meja-meja tamu bersama aneka kuliner khas daerah lainnya untuk menyambut masyarakat serta pengunjung dari luar desa saat perayaan puncak berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....