Selain Rendang, Variasi Masakan Daging Kurban bagi Warga Bangka
- 30 Mei 2026 19:53 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Tradisi mengolah daging kurban jadi rendang, sate, gulai menjadi pilihan warga pada setiap Hari Raya Iduladha. Pada Hari Tasyrik masih tersedia di sebagian warga dan hidangan itu bisa dinikmati keluarga atau tamu yang berkunjung.
Hari Tasyrik, yakni tiga hari setelah Iduladha, adalah waktu di mana umat Islam dilarang berpuasa. Momen ini dimanfaatkan untuk sedekah makanan seperti makan bersama-sama dengan menu beragam olahan daging kurban.
| Baca juga: Dendeng Balado, Pilihan Olahan Daging Kurban |
Kebiasaan itu nyata di sebagian masyarakat Pulau Bangka. Anjangsana dan silaturahmi menjadi tradisi. Pada saat itu suasana diwarnai dengan suguhan jenis makanan bahkan di antaranya makan bersama dengan lauk olahan daging kurban.
Seorang pendengar Pro 1 RRI Sungailiat, Kori, memilih masakan berkuah untuk mengolah daging kurban. Masakan berkuah jadi pilihan karena ia sudah memasak rendang pada Hari Raya Idul Adha.
"Lempah kuning, kambing dan daging sapi dimasak jadi soto. Tidak rendang karena kemarin sudah masak rendang," kata Kori pada program "Pro Persada" Kamis, 28 Mei 2026.
Sementara itu, Leman, pendengar RRI dari Kota Lampung, turut menyampaikan kebiasaan mengolah daging kurban pasca-Iduladha. Ia mengatakan selain rendang, daging sapi atau kambing diolahnya menjadi sate.
"Sudah dapat daging sapi dan kambing, ada yang dimasak rendang, ada juga yang saya masak menjadi sate," kata Leman.
Meski begitu, ada juga masyarakat yang belum memasak daging kurbannya dan memilih menyimpan terlebih dahulu sebagai stok bahan makanan di rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....