Pemakan Nusantara Angkat Olahan Ikan Salai

  • 11 Feb 2026 11:22 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat  – Program Pemakan Nusantara di Pro 4 RRI Sungailiat kembali mengangkat kekayaan kuliner khas Nusantara dengan tema olahan ikan salai atau ikan asap. Acara yang dikemas secara interaktif ini menghadirkan berbagai tanggapan langsung dari pendengar yang antusias berbagi pengalaman mengolah hasil laut daerahnya. Tema ini dinilai relevan karena Bangka Belitung dikenal sebagai daerah yang kaya akan hasil perikanan dengan bahan baku melimpah.

Tradisi menyalai ikan menjadi salah satu cara masyarakat pesisir dalam mengawetkan hasil tangkapan agar lebih tahan lama. Selain memperpanjang masa simpan, proses pengasapan juga menghasilkan aroma khas yang justru menjadi daya tarik tersendiri. Beragam jenis ikan dapat diolah dengan cara disalai, mulai dari ikan tongkol, ikan gagok, hingga ikan pari yang juga kerap diasap untuk kemudian dimasak kembali menjadi hidangan lezat.

Dalam siaran tersebut, pendengar dari berbagai wilayah turut memberikan tanggapan. Romlan, warga Muntabak, mengaku sering mengolah ikan salai dari ikan tongkol maupun ikan gagok.

“Kalau saya lebih suka dimasak lempah kuning. Jangan lupa dikasih asam supaya bau anyirnya hilang. Ikan salai itu punya aroma khas yang bikin selera makan bertambah,” ujarnya saat berpartisipasi melalui sambungan telepon.

Menurut Romlan, perpaduan bumbu lempah kuning yang segar dengan tambahan asam membuat cita rasa ikan salai semakin nikmat. Aroma asap yang meresap pada daging ikan justru memperkaya rasa dan menghadirkan sensasi berbeda dibandingkan ikan segar biasa.

Tanggapan juga datang dari Ko Ahyung, pendengar asal Desa Sungkap. Ia menyebut ikan salai dengan istilah berbeda di daerahnya.

“Di Sungkap kami menyebutnya ikan kempuk. Karena dulu hasil ikan melimpah, supaya awet maka disalai. Dari situlah masyarakat kampung kami mengenalnya sebagai ikan kempuk,” katanya.

Ko Ahyung menambahkan, ikan kempuk lebih enak jika dimasak gulai atau lempah pedas dengan campuran terung hijau kecil maupun daun pakis muda. Kombinasi tersebut menurutnya menghadirkan rasa pedas segar yang khas dan menggugah selera. Melalui program Pemakan Nusantara ini, Pro 4 RRI Sungailiat terus mendorong pelestarian kuliner tradisional sekaligus mengangkat potensi hasil laut Bangka Belitung yang melimpah dan bernilai ekonomi tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....