Sistem Pendukung Bantu Anak Muda Hadapi "Quarter Life Crisis"
- 14 Jun 2026 00:12 WIB
- Sungailiat
Poin Utama
- Dukungan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membantu generasi muda menghadapi quarter life crisis.
- Jeshicca mengajak anak muda untuk tidak terlalu fokus pada ketakutan terhadap masa depan yang belum terjadi, menikmati proses dan memahami diri sendiri sebagai langkah dalam menghadapi ketidakpastian.
- Lingkungan pertemanan yang sehat menjadi salah satu faktor membantu menghadapi berbagai tekanan selama masa transisi menuju dewasa.
RRI.CO.ID, Sungailiat - Dukungan keluarga, teman, dan lingkungan berperan penting membantu anak muda menghadapi quarter life crisis. Kehadiran sistem pendukung atau support system dapat menjadi ruang untuk berbagi cerita dan mengurangi beban pikiran.
Demisioner Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Psikologi Islam IAIN SAS Bangka Belitung, Jeshicca Wulan Nari, mengatakan fase dewasa awal sering diwarnai kebingungan dan ketidakpastian. Dukungan sosial menjadi faktor penting membantu seseorang melewati proses tersebut.
| Baca juga: Generasi Muda Pilih Hidup Sehat tanpa Diet |
"Dukungan sosial itu sangat penting dalam mejalani fase remaja akhir dan dewasa awal. Quarter life crisis merupakan hal yang wajar karena menjadu bagian dari dinamika psikologis seseorang dalam proses bertumbuh," kata Jeshicca, dalam dialog Sore Ceria Pro 2 RRI Sungailiat pada Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut Jeshicca, kebingungan pada masa depan tidak harus dinilai negatif. Dari fase ini justru seseorang dapat belajar mengenali dirinya lebih dalam. Anak muda jangan takut masa depan yang belum terjadi. Pahami diri sendiri sebagai langkah menghadapi ketidakpastian.
lendengar RRI, Agung, mengatakan lingkungan pertemanan yang sehat membantu menghadapi berbagai tekanan selama masa transisi menuju dewasa. Keberadaan orang yang saling mendukung membuat seseorang tidak merasa sendirian saat menghadapi masalah.
"Circle yang sehat yang membuat saya bertahan sampai sekarang. Karena bagaimanapun juga manusia diciptakan untuk bersosialisasi," katanya.
Agung mengatakan menjaga relasi dan lingkungan sekitar sangat penting dalam kehidupan. Pertemanan yang sehat dapat menjadi sumber energi positif bagi anak muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....