Kolaborasi Desa dan Puskesmas, Pos Penting Sehat Mapan Turunkan Stunting hingga 1,2

  • 31 Mei 2026 18:53 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Kolaborasi antara pemerintah desa, Puskesmas Gunung Muda, kader posyandu, dan Tim Penggerak PKK berhasil menunjukkan hasil nyata dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bangka.

Melalui program Pos Pencegahan Stunting 1.000 Hari Pertama Kehidupan (Pos Penting Sehat Mapan), angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Gunung Muda berhasil ditekan hingga mencapai 1,28 persen pada Februari 2026.

Ahli Gizi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Desi Yanti menjelaskan, kegiatan ini difokuskan pada penanganan balita bermasalah gizi dan ibu hamil dengan kurang energi kronis (KEK) melalui pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, serta pemantauan kesehatan secara rutin.

“Keberlanjutan program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa sejak tahun 2021. Kemudian, mulai 2023 hingga saat ini, pelaksanaannya diperkuat melalui kolaborasi dengan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal dari Puskesmas Gunung Muda,” ucapnya kepada RRI, Minggu, 31 Mei 2026.

Setiap hari, kader posyandu bertugas memasak dan mendistribusikan makanan bergizi kepada balita yang mengalami masalah pertumbuhan, seperti berat badan tidak naik, berat badan rendah, maupun gizi kurang. Program ini juga menyasar ibu hamil yang mengalami KEK atau berisiko mengalami KEK.

Selain mendapatkan makanan tambahan, para peserta juga mengikuti kegiatan makan bersama dan memperoleh edukasi mengenai pola asuh, pemberian makan bayi dan anak, serta penerapan pola makan sehat melalui konsep “Isi Piringku”.

“Edukasi diberikan oleh kader, petugas puskesmas, dan PKK desa guna meningkatkan pemahaman keluarga tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun,” kata Desi.

Pemantauan terhadap perkembangan sasaran dilakukan secara intensif setiap hari. Kader mencatat dan melaporkan perkembangan balita maupun ibu hamil kepada petugas puskesmas melalui sistem pelaporan yang terintegrasi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Program pencegahan stunting masih menjadi fokus kita agar Bangka bisa segera mewujudkan daerah zero stunting,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....