Bukan Sekadar Duka, Ustaz Jaja: Pemakaman Belajar Melepas dan Menerima
- 21 Sep 2026 07:08 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - "Selama ini kalau menghadiri pemakaman, kita lebih banyak melihatnya sebagai suasana duka. Padahal ada pelajaran tentang bagaimana kita belajar menerima dan mengikhlaskan," kata Rio.
Rio, pendengar RRI Sungailiat dari Pangkalpinang. Ia merespon hal itu dalam Kajian Mutiara Pagi, Senin, 21 September 2026.
Pernyataan Rio ditanggapi Ustaz Jaja Sulaiman. Ia menjelaskan pemakaman adalah proses spiritual.
Menurut Ustaz Jaja, mengantar jenazah adalah belajar melepaskan. Kesedihan boleh dirasakan.
"Ketika kita mengantar seseorang sampai ke pemakaman, ada proses belajar melepaskan. Kita boleh merasa sedih dan kehilangan, tetapi pada akhirnya kita harus menyadari bahwa semua yang kita miliki di dunia ini adalah titipan Allah," katanya.
Ia menambahkan doa dan amal kebaikan adalah penghormatan. Kebaikan itu jadi pengingat bagi keluarga.
Kehilangan tidak boleh membuat larut dalam sedih tanpa batas. Keluarga harus melanjutkan nilai kebaikan almarhum.
Pemakaman bukan hanya antar ke peristirahatan terakhir. Pemakaman mengajarkan menerima dan melepaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....