Syafaat Nabi Harus Jadi Motivasi Perbaiki Amal, Bukan Sekadar Harapan

  • 27 Agt 2026 08:39 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Syafaat Nabi di akhirat disebut harus jadi motivasi umat Islam berbuat baik sejak di dunia. Bukan sekadar harapan, tapi dorongan untuk meningkatkan iman dan takwa.

Umat Islam diingatkan agar tidak hanya berharap syafaat Nabi Muhammad di akhirat tanpa diiringi usaha memperbaiki diri.

Hal itu disampaikan Ustaz Jaja Sulaiman dalam dialog Mutiara Pagi RRI Pro 1 Sungailiat, Kamis 27 Agustus 2026.

Menurutnya, syafaat Nabi tidak semestinya dipahami hanya sebagai pertolongan di akhirat.

"Memaknai syafaat Nabi hendaknya membuat kita semakin mencintai Rasulullah, mengikuti sunnahnya dan memperbanyak amal kebaikan. Jangan sampai kita hanya berharap mendapatkan syafaat, tetapi tidak berusaha memperbaiki diri," katanya.

Ustaz Jaja menjelaskan kecintaan kepada Rasulullah diwujudkan dengan menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, memperbanyak selawat, serta meneladani akhlak Nabi dalam berinteraksi.

Ia juga mengingatkan kehidupan dunia adalah kesempatan mempersiapkan bekal akhirat. Karena itu pemahaman tentang syafaat harus membangkitkan kesadaran untuk memperbanyak amal saleh.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita menjadikan kecintaan kepada Nabi sebagai dorongan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam ibadah maupun dalam hubungan dengan sesama manusia," katanya.

Zulfaizar, pendengar Pro 1 RRI Sungailiat yang bergabung dalam dialog mengaku mendapat pemahaman baru.

"Ini mengingatkan kita bahwa berharap syafaat Nabi juga harus diikuti dengan usaha memperbaiki ibadah dan perilaku. Kita tidak hanya berharap, tetapi juga harus berusaha menjadi umat yang mengikuti ajaran Rasulullah," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....