Ketakwaan dan Niat Jadi Inti Ibadah Kurban

  • 08 Mei 2026 12:02 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Inti utama ibadah kurban bukan terletak pada besar atau mahalnya hewan yang disembelih, melainkan ketakwaan dan keikhlasan niat kepada Allah Swt.l

Dalam tausiyah di program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sungailiat, ustaz Jaja Sulaiman menjelaskan bahwa Allah tidak melihat darah maupun daging hewan kurban, tetapi ketakwaan orang yang berkurban.

Ia juga menyinggung kisah Qabil dan Habil pada masa Nabi Adam AS. Menurutnya, kurban Habil diterima karena dilandasi ketakwaan, sedangkan kurban Qabil ditolak akibat niat yang tidak tulus kepada Allah.

“Jangan sampai qurban dilakukan hanya agar dipuji manusia atau disebut paling besar dan paling mahal. Ketika niatnya salah, maka pahala ibadahnya bisa hilang,” katanya.

Ustadz Jaja mengingatkan masyarakat agar meluruskan niat sebelum berkurban. Ia menyebut ibadah kurban merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah Swt., dan harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.

Menurutnya, nilai ibadah tidak ditentukan oleh kemewahan hewan kurban, tetapi sejauh mana ketakwaan dan keikhlasan seseorang saat melaksanakannya.

Ustaz Jaja mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah dan kepedulian sosial.

Sementara itu, Zulfaizar pendengar asal Sengir Bangka Selatan mengajak sesama agar bisa lebih memahami makna sosial dari ibadah kurban, bukan sekadar ritual tahunan.

“Selain mendekatkan diri kepada Allah, kurban juga mengajarkan kepedulian kepada sesama lewat pembagian daging kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....