Ikhlas, Kunci Menenangkan Hati dan Menjaga Amal
- 31 Mei 2026 22:05 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat : Sikap ikhlas menjadi salah satu nilai utama yang diajarkan dalam Islam. Keikhlasan tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik saat bekerja, membantu sesama, maupun menghadapi berbagai ujian hidup.
Ustaz Jaja Sulaiman, menjelaskan bahwa ikhlas berarti memurnikan niat semata-mata karena Allah tanpa mengharapkan pujian, penghargaan, ataupun balasan dari manusia.
“Ikhlas memang mudah diucapkan, tetapi menjadi perjuangan yang panjang dalam kehidupan. Banyak orang mampu berbuat baik, namun belum tentu mampu menjaga niatnya agar tetap lurus karena Allah,” ujarnya dalam kajian Mutira Pagi RRI.
| Baca juga: Iman Menyelamatkan Muslim dari Neraka |
Menurutnya, keikhlasan menjadi syarat penting diterimanya amal ibadah. Seseorang yang beramal dengan ikhlas akan lebih tenang karena tidak menggantungkan penilaian hidupnya kepada manusia, melainkan kepada Allah SWT.
Ustaz Jaja juga menuturkan bahwa salah satu tanda orang yang ikhlas adalah tidak mudah berubah ketika dipuji maupun dicela. Ia tetap berusaha melakukan kebaikan meski tidak mendapatkan perhatian atau pengakuan dari orang lain.
“Orang yang ikhlas tidak sibuk mencari tepuk tangan manusia. Ketika dipuji dia tidak sombong, ketika tidak dihargai dia tidak berhenti berbuat baik,” katanya.
| Baca juga: Berbaik Sangka saat Musibah Menimpa |
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keikhlasan dapat melindungi seseorang dari penyakit hati seperti riya, ujub, dan keinginan untuk selalu dipuji. Keikhlasan juga membantu seseorang lebih mudah menerima takdir, bersyukur atas nikmat yang diberikan, serta bersabar saat menghadapi cobaan hidup.
Sejumlah pendengar kajian turut memberikan tanggapan atas materi yang disampaikan. Salah satunya, Rahmat, mengaku tersentuh dengan pembahasan tentang pentingnya menjaga niat.
“Kadang kita berbuat baik tapi masih ingin dilihat orang lain. Dari kajian ini saya jadi sadar bahwa yang paling penting adalah bagaimana amal itu diterima oleh Allah, bukan dilihat manusia,” ungkapnya.
| Baca juga: Makna Talbiyah Perkuat Tauhid Jemaah Haji |
Pendengar lainnya, Siti mengatakan bahwa materi tentang ikhlas sangat relevan dengan kehidupan saat ini, terutama di era media sosial.
“Sekarang ini godaan untuk pamer kebaikan itu besar sekali. Kajian ini jadi pengingat agar kita lebih hati-hati dalam menjaga niat,” ujarnya.
Melalui kajian tersebut, masyarakat diajak untuk terus belajar memperbaiki niat dalam setiap aktivitas, sehingga setiap amal yang dilakukan tidak hanya bernilai di dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....