Fenomena Haus Validasi di Era Media Sosial

  • 03 Feb 2026 21:35 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat : Sebagian Anak muda semakin terpengaruh fenomena haus validasi akibat paparan media sosial yang menempatkan pengakuan publik sebagai tolok ukur keberhasilan.

Psikolog Alfian Andrian, M.Psi menjelaskan fenomena haus validasi merujuk pada kondisi psikologis ketika individu sangat bergantung pada pengakuan eksternal, seperti jumlah likes, komentar, atau respons publik, untuk menilai harga dirinya.

"Kondisi ini semakin menguat seiring dengan masifnya penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial bekerja dengan sistem penghargaan instan. Ketika seseorang terbiasa mendapatkan validasi dari luar, ia perlahan kehilangan kemampuan untuk memvalidasi dirinya sendiri,” ujar Andrian saat menjadi pembicara dalam acara dear psikolog.

Menurutnya, ketergantungan terhadap validasi eksternal dapat berdampak pada kesehatan mental, mulai dari kecemasan, rasa tidak aman, hingga kelelahan emosional. Individu cenderung membandingkan diri dengan pencitraan orang lain yang belum tentu mencerminkan kondisi nyata.

Menurut Reisya, seorang pendengar Pro2  mengatakan media sosial sering membuat anak muda merasa harus selalu diakui agar merasa berharga.

“Maka dari itu penting bagi kita untuk memiliki kesadaran diri agar tidak terjebak dalam pencarian pengakuan tanpa henti, dan pengakuan orang lain nggak selalu harus jadi ukuran kebahagiaan,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....