Hoaks Ancam Persatuan, Ukhuwah Jadi Kunci

  • 18 Mei 2026 23:01 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Arus informasi yang begitu cepat di era digital saat ini tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga tantangan besar bagi persatuan umat. Di tengah maraknya hoaks dan perbedaan pendapat yang kian tajam, upaya membumikan ukhuwah islamiyah menjadi semakin penting agar keharmonisan tetap terjaga.

Dalam kajian Mutiara Pagi di RRI Sungailiat, Ustaz Kamal Abdul Rasyid mengatakan ukhuwah islamiyah bukan hanya sebatas hubungan sesama muslim, tetapi juga bagaimana menjaga lisan, sikap, dan cara menerima informasi agar tidak mudah memicu perpecahan.

Menurutnya, derasnya arus informasi saat ini membuat masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing isu provokatif maupun langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kadang perpecahan muncul bukan karena masalah besar, tetapi karena informasi yang belum tentu benar langsung disebarkan tanpa tabayyun,” ujarnya.

Ustaz Kamal menegaskan bahwa Islam mengajarkan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari perdebatan yang hanya menimbulkan kebencian.

Menurutnya, perbedaan pendapat seharusnya menjadi ruang untuk saling memahami, bukan saling menjatuhkan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali mengedepankan akhlak dan memperkuat silaturahmi di lingkungan sekitar agar tidak mudah dipecah oleh informasi hoaks maupun fitnah di media sosial.

Tanggapan pendengar pun menguatkan hal tersebut. Iwan dari Sungailiat menilai fenomena hoaks memang sangat mempengaruhi hubungan sosial di masyarakat.

“Sekarang ini banyak orang langsung percaya informasi yang beredar di media sosial tanpa dicek dulu. Akibatnya sering terjadi salah paham bahkan sampai merusak hubungan,” ujarnya.

Sementara itu, Rina, pendengar lainnya, mengatakan pentingnya menahan diri untuk tidak langsung membagikan informasi yang belum jelas sumbernya.

“Kita harus lebih bijak, jangan sampai ikut menyebarkan hal yang belum tentu benar. Lebih baik diam daripada memperkeruh suasana,” katanya.

Pendengar lain, Andi dari Belinyu, juga menambahkan bahwa peran tokoh agama sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman yang menyejukkan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....