NOLAENEN Selamatkan Arsip Sejarah Belitung Timur
- 04 Agt 2026 14:56 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur – Inovasi NOLAENEN (Nolek Arsip Identitas Negeri) sebagai upaya menyelamatkan arsip sejarah sekaligus memperkuat identitas daerah melalui pendekatan kolaboratif dan pemanfaatan teknologi digital.
Inovator NOLAENEN, Woro Hapsari Candra Dewi, menjelaskan dalam bahasa Belitung, Nolek berarti mencari atau menelusuri. Nama tersebut dipilih karena mencerminkan semangat menemukan kembali arsip yang menjadi identitas daerah dan mengubah cara pandang masyarakat terhadap arsip.
Menurut Woro, arsip tidak lagi diposisikan sebagai sekadar tumpukan dokumen lama yang tersimpan di ruang penyimpanan, melainkan menjadi sumber pengetahuan, bukti sejarah, identitas daerah, sekaligus fondasi dalam membangun masa depan.
"Setiap daerah memiliki sejarah, setiap sejarah meninggalkan jejak, dan setiap jejak hanya akan bermakna apabila mampu ditemukan, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Woro kepada RRI, Selasa, 4 Agustus 2026
Dalam pelaksanaannya, inovasi ini mengintegrasikan proses penelusuran arsip, inventarisasi, akuisisi, digitalisasi, verifikasi akademik, dokumentasi lapangan, pemetaan lokasi sejarah, publikasi informasi sejarah, hingga pemanfaatan arsip sebagai media edukasi dan literasi.
Woro menambahkan, keunggulan NOLAENEN terletak pada kolaborasi yang melibatkan pemerintah, lembaga kearsipan, perguruan tinggi, komunitas sejarah, sekolah, pemerintah desa, pelaku budaya, hingga masyarakat sebagai pemilik arsip. Seluruh arsip yang ditemukan akan diidentifikasi, diverifikasi, didigitalisasi, dan disajikan agar lebih mudah diakses oleh pemerintah, akademisi, pelajar, peneliti, maupun masyarakat luas.
"Melalui digitalisasi, sejarah Belitung Timur tidak lagi tersimpan di ruang-ruang yang sulit dijangkau. Arsip menjadi lebih mudah diakses, terdokumentasi dengan baik, serta terlindungi dari risiko kerusakan maupun kehilangan," kata Woro.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belitung Timur, Mudiarsono, mengatakan NOLAENEN merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan arsip sebagai identitas serta memori kolektif Belitung Timur.
"Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi menyelamatkan arsip yang dimiliki agar warisan sejarah Belitung Timur tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang," ujar Mudiarsono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....