Dinsos Bangka Soroti Dugaan Peredaran Narkoba di Kawasan Pertambangan
- 22 Jun 2026 19:11 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangka menyoroti dugaan peredaran narkoba di sejumlah kawasan pertambangan. Daerah itu dinilai menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya permasalahan sosial di daerah.
Kepala Dinsos Kabupaten Bangka, Baharuddin, mengatakan informasi yang diterima pihaknya menunjukkan adanya titik-titik tertentu di sekitar kawasan pertambangan yang diduga menjadi lokasi keluar masuknya narkotika.
"Seperti yang disampaikan, ada simpul-simpul di tempat pertambangan. Di situlah diduga menjadi lokasi keluar masuknya narkotika," kata Baharuddin, Senin, 22 Juni 2026.
Menurutnya, keberadaan aktivitas pertambangan yang berada cukup jauh dari permukiman membuat sejumlah lokasi rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan transaksi narkoba.
Ia menjelaskan, terdapat lokasi yang berjarak beberapa kilometer dari permukiman warga yang kerap dijadikan tempat berkumpul dan diduga menjadi titik pengambilan paket narkotika.
"Ada lokasi yang cukup jauh dari rumah warga. Orang-orang nongkrong di sana untuk mengambil paket. Informasi seperti ini tentu menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.
Baharuddin menilai peredaran narkoba tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga persoalan sosial yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Karena itu, diperlukan langkah penanganan yang melibatkan berbagai pihak.
Ia mengungkapkan, Dinsos Bangka secara berkala terus berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka untuk membahas upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba.
Warga Bangka Sudirman mengaku, kasus narkoba di Kabupaten Bangka saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.
“Cuma memang sulit untuk mengungkap kasus tersebut, apalagi banyak pendatang di Bangka yang berkecimpung di sektor pertambangan,” katanya.
Dia berharap, masyarakat, terutama orang tua dapat memberikan perhatian lebih kepada anak agar tidak terkena jaringan narkoba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....