Keputusan Akhir Pengunduran Diri Kades Jada Bahrin di Tangan Bupati
- 02 Jun 2026 14:06 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Keputusan akhir terkait pengunduran diri Kepala Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, Asari, kini berada di tangan Bupati Bangka.
Hal itu menyusul hasil rapat gabungan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Satpol PP yang memutuskan menolak pengunduran diri kepala desa tersebut.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bangka, Dalyan Amrie, mengatakan pihaknya telah menerima surat pengunduran diri dari Asari dan menindaklanjutinya melalui rapat bersama seluruh pihak terkait.
"Ada surat pengunduran diri dari saudara Asari, Kepala Desa Jada Bahrin. Kita sudah melaksanakan rapat dan semuanya memutuskan menolak saudara Asari mengundurkan diri," kata Dalyan, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Dalyan, keputusan menolak pengunduran diri tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan penting. Selain menyangkut kepentingan masyarakat, keberadaan kepala desa juga dinilai sangat diperlukan untuk menjaga aset desa yang luasnya mencapai sekitar 100 hektare.
"Kita menolak karena ada pertimbangan. Pertama kepentingan masyarakat, kedua untuk menjaga aset desa yang lebih kurang 100 hektare. Sementara yang bertanggung jawab terhadap aset tersebut adalah kepala desa," ujarnya.
Sementara Camat Merawang Ari Pamungkas mengungkapkan, tindakan Kades Asari sudah berada pada jalur yang benar, sesuai aturan dan menjaga aset desa.
Dari hasil klarifikasi dan penelaahan yang dilakukan, diketahui bahwa pengunduran diri tersebut dilatarbelakangi oleh tekanan yang dialami kepala desa terkait polemik aktivitas tambang yang berlangsung di wilayah desa dan kawasan aset desa.
"Selama ini pemerintah desa bersama BPD telah mengambil sikap tegas menolak seluruh aktivitas tambang di kawasan yang menjadi aset Desa Jada Bahrin. Namun di sisi lain, terdapat kelompok masyarakat yang mendukung aktivitas tambang dan menginginkan kegiatan tersebut terus berjalan," ucapnya.
Dikatakan Ari, kades mendapatkan tekanan dari pihak yang pro terhadap tambang yang ingin terus menambang di lokasi tersebut. Sehingga beliau merasa seolah-olah sudah tidak dihargai lagi sebagai kepala desa.
Namun permasalahan ini akan terus dilakukan pengawalan sehingga suasana lingkungan di Desa Jada Bahrin dapat terjaga kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....