Inflasi Beltim Capai 2,01 Persen, BI Nilai Masih dalam Kondisi Aman
- 25 Mei 2026 21:16 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Inflasi Kabupaten Belitung Timur (2026) pada April 2026 tercatat sebesar 2,01 persen secara tahunan dan dinilai masih berada dalam posisi yang cukup ideal dibanding sejumlah daerah lain. Hal tersebut dikatakan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rizky Ismail, Senin, 25 Mei 2026.
Rizky mengatakan angka tersebut hampir berada di titik tengah target inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator positif karena di tengah gejolak ekonomi global, Kabupaten Belitung Timur masih mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.
| Baca juga: Bapperida Beltim Gelar Bimtek Inovasi Daerah |
“Untuk Belitung Timur di angka 2,01 persen dan itu hampir di titik tengah. Artinya masih dalam rentang yang ditetapkan pemerintah dan sangat terkendali,” kata Rizky.
Rizky mengatakan Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi menjaga stabilitas harga, ketahanan keuangan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui TPID.
Ia juga mengingatkan pentingnya langkah cepat dan adaptif dalam menghadapi berbagai potensi gejolak ekonomi, baik akibat perubahan cuaca, dinamika global maupun perubahan kebijakan ekonomi nasional.
“Tiga hal yang penting, yakni kebijakan TPID harus kredibel dan menyentuh persoalan riil di lapangan, kemudian harus cepat beradaptasi terhadap berbagai gejolak, serta tetap memperkuat sinergi dan kolaborasi,” ucap Rizky.
Plh Kepala BPS Kabupaten Belitung Timur, Syahroni menambahkan sejumlah komoditas tetap menjadi perhatian menjelang Iduladha, terutama daging ayam ras, ikan kerisi, dan cumi-cumi yang tahun sebelumnya sempat mengalami kenaikan harga.
"Peningkatan permintaan masyarakat saat hari besar keagamaan berpotensi memengaruhi pergerakan harga sejumlah bahan pangan, sehingga diperlukan pemantauan dan pengendalian secara berkala," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....