Dinkes Beltim Waspadai Dampak Kesehatan Memasuki Musim Kemarau Panjang
- 03 Apr 2026 17:30 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur mewaspadai potensi meningkatnya kasus diare, seiring masuknya musim kemarau panjang yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Beltim, Supardi, mengatakan perubahan pola penggunaan air tersebut berisiko menimbulkan kontaminasi yang dapat memicu penyakit pencernaan. Menurutnya, aktivitas mandi, mencuci, hingga buang air besar di sekitar sumber air yang sama berpotensi mencemari kualitas air yang digunakan bersama oleh masyarakat.
“Biasanya saat kemarau, masyarakat beralih ke sungai atau sumber air yang masih tersedia. Di situ mereka mandi, mencuci, bahkan ada yang buang air besar di sekitar lokasi, sehingga berpotensi mencemari sumber air,” ujar Supardi kepada RRI, Jumat 3 April 2026.
Selain itu, masyarakat juga diminta lebih berhati-hati dalam mengonsumsi air minum, terutama dari depot isi ulang. Supardi menyarankan agar air tersebut tetap direbus sebelum dikonsumsi, terutama bagi bayi, balita, dan kelompok rentan.
Sementara itu, sebagai langkah mitigasi, BPBD Belitung Timur juga berencana membangun tandon atau penampungan air hujan di beberapa titik desa yang selama ini dikenal rawan mengalami kekeringan. Kepala BPBD Belitung Timur, Robby Yanuar menambahkan upaya lain yang akan dilakukan yakni menggalakkan pembuatan sumur resapan serta lubang biopori di kawasan permukiman untuk meningkatkan cadangan air tanah
“Ke depan kami juga akan membangun tandon air di beberapa desa rawan kekeringan. Selain itu, pembuatan sumur resapan dan biopori juga akan terus digalakkan agar cadangan air tanah bisa meningkat,” ucap Robby.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....