Inflasi Beltim Capai 0,17 persen pada Mei 2026

  • 03 Jun 2026 18:25 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mencatat inflasi pada Mei 2026 mencapai 0,17 persen. Kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama bahan bakar rumah tangga, bawang merah, dan cabai merah, menjadi penyumbang utama inflasi pada periode tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Kabupaten Belitung Timur, Syahroni, mengatakan bahan bakar rumah tangga menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi bulan Mei. Kenaikan tersebut terutama terjadi pada LPG non-subsidi yang dipengaruhi kondisi distribusi energi di tingkat internasional.

"Pada bulan ini penyumbang terbesar kenaikan harga berasal dari bahan bakar rumah tangga, bawang merah, dan cabai merah. Untuk bahan bakar rumah tangga, khususnya LPG non-subsidi, kenaikannya dipengaruhi terganggunya distribusi energi di jalur internasional," kata Syahroni, Rabu, 3 Juni 2026.

Selain bahan bakar rumah tangga, kenaikan harga bawang merah dan cabai merah juga memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi di Belitung Timur. Menurut Syahroni, kondisi tersebut dipengaruhi oleh terganggunya pasokan dari daerah sentra produksi yang selama ini menjadi pemasok utama kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan sebagian besar kebutuhan cabai dan bawang merah di Belitung Timur masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Tingginya curah hujan di sejumlah wilayah sentra produksi menyebabkan hasil panen menurun sehingga berdampak pada berkurangnya pasokan ke pasar.

"Produksi yang menurun akibat curah hujan tinggi menyebabkan suplai berkurang, sementara permintaan meningkat menjelang Hari Raya Iduladha. Kondisi ini mendorong kenaikan harga bawang merah dan cabai merah," ujarnya.

Oleh karena itu, ia mendorong penguatan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan konsumsi sehari-hari. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu upaya mengurangi dampak gejolak harga yang dipicu gangguan pasokan dari luar daerah.

"Masyarakat bisa mulai mengembangkan ketahanan pangan mandiri, misalnya dengan menanam cabai atau tanaman kebutuhan rumah tangga lainnya. Sehingga ketika terjadi gangguan pasokan dari luar daerah, kebutuhan rumah tangga tidak terlalu terdampak," katanya.

Sementara itu, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Setda Kabupaten Belitung Timur, Bayu Priyambodo, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian seluruh pihak mengingat sejumlah komoditas penyumbang inflasi masih berpotensi mengalami fluktuasi harga pada Juni 2026.

"Pemerintah dan TPID Belitung Timur akan terus melakukan pemantauan dan langkah antisipasi guna menjaga stabilitas harga di pasaran," ujar Bayu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....