Petani Sawah Nujau Gantung Tetap Tanam Padi di tengah Ancaman Kemarau

  • 26 Mar 2026 18:33 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur – Ancaman musim kemarau panjang pada tahun 2026 tidak menyurutkan semangat petani di Sawah Nujau, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, untuk tetap menanam padi pada musim tanam kedua.

Meski risiko kekeringan cukup tinggi, para petani tetap melanjutkan aktivitas bercocok tanam dengan berbagai upaya antisipasi, terutama dalam menjaga ketersediaan air untuk lahan persawahan.

Salah satu petani, Hadi Saputra, mengatakan petani kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sistem irigasi, melainkan memanfaatkan pompa air sebagai solusi alternatif saat debit air menurun.

“Kalau mengandalkan irigasi, saat kemarau airnya sering tidak stabil. Jadi kami menggunakan pompa air supaya tetap bisa mengairi sawah,” ujar Hadi usai Panen Perdana Padi di Agrowisata Keretak Sawah Nujau Desa Gantung, Kamis 26 Maret 2026.

Ia menambahkan, bantuan dari dinas pertanian sejauh ini sudah dirasakan, seperti pemberian obat-obatan untuk tanaman. Namun ke depan, petani berharap adanya dukungan tambahan berupa pompa air untuk membantu petani yang belum memiliki alat tersebut untuk menghadapi musim kemarau panjang.

"Kami juga menghadapi gangguan hama, terutama burung emprit yang paling parah, yang kadang-kadang bikin pening petani disini, tapi untuk keseluruhan masih aman-aman saja, masih bisa diatasi," katanya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Danau Nujau Lizar Susanto menjelaskan strategi yang dilakukan petani dalam menghadapi musim kemarau, yakni dengan memilih varietas padi yang berumur lebih pendek atau genjah agar dapat dipanen lebih cepat. Ia menjelaskan penggunaan varietas berumur panjang berisiko gagal panen jika terjadi kekeringan di tengah masa tanam. Oleh karena itu, petani menyesuaikan pola tanam berdasarkan prediksi cuaca.

“Kalau menghadapi kemarau, kita gunakan varietas yang lebih genjah, sekitar 70-75 hari sudah bisa panen. Jadi lebih aman karena tidak terlalu lama bergantung pada ketersediaan air," kata Lizar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....