Satu Armada Damkar Beltim Rusak akibat Aksi Demo Timah
- 08 Agt 2026 00:07 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur – Satu unit armada mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung Timur mengalami kerusakan di kawasan aksi unjuk rasa di Gudang Timah, Kecamatan Gantung, Jum'at, 7 Agustus 2026. Akibat insiden tersebut, kini hanya tersisa satu armada damkar yang masih beroperasi untuk melayani masyarakat Kabupaten Belitung Timur.
Saat dihubungi RRI, Kepala Satpol PP Kabupaten Belitung Timur, Novis Ezuar mengatakan peristiwa itu bermula saat petugas pemadam kebakaran menerima laporan dari warga yang tinggal di sekitar Kantor Unit PT Timah. Warga khawatir potensi kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu dan merembet ke permukiman di sekitar lokasi aksi, sehingga petugas segera diterjunkan sebagai langkah antisipasi.
Namun, ketika kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi, laju armada dihadang oleh massa yang memadati badan jalan di depan Gudang Timah. Sejumlah peserta aksi mengerumuni bagian depan kendaraan sambil menyampaikan penolakan. Situasi kemudian memanas hingga beberapa orang melempar batu dan benda keras yang mengenai kaca serta bodi mobil pemadam kebakaran.
Kondisi tersebut memaksa petugas mengurungkan upaya mendekati lokasi dan menarik mundur kendaraan demi menghindari risiko yang lebih besar. Akibat lemparan tersebut, salah satu armada damkar mengalami kerusakan pada bagian kaca depan dan tidak dapat dioperasikan secara optimal.
"Kami sangat menyayangkan terjadinya perusakan terhadap kendaraan pemadam kebakaran yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat," ujar Novis.
Akibat kerusakan tersebut, lanjut Novis, armada damkar yang masih dapat digunakan kini hanya tersisa satu unit. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri mengingat Belitung Timur saat ini tengah memasuki musim kemarau yang ditandai dengan meningkatnya potensi kebakaran lahan.
| Baca juga: Pengawasan LPG Bersubsidi Butuh Kolaborasi |
"Kerusakan tersebut terjadi di luar kendali petugas, namun kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat," katanya.
Novis juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif serta menghindari berbagai tindakan yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal.
Salah seorang warga Belitung Timur, Selfi, mengaku prihatin atas perusakan armada pemadam kebakaran yang terjadi di tengah aksi unjuk rasa. Menurutnya, kendaraan tersebut merupakan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan masyarakat, terlebih saat Belitung Timur tengah memasuki musim kemarau dengan potensi kebakaran yang meningkat.
"Petugas damkar kan hanya menjalankan tugas dan malah mobilnya juga dirusak orang demo. Emosi boleh, tapi kalau sampai begini rasanya udah tidak benar apalagi sekarang kan semua pada tau musim kemarau, rawan kebakaran," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....