Kondisi Ekonomi Babel, Pengaruhi Peredaran Narkoba
- 06 Feb 2025 11:44 WIB
- Sungailiat
KBRN, Pangkalpinang : Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengamati kondisi ekonomi memberikan pengaruh terhadap peredaran narkoba di Babel.
Pasalnya Ditresnarkoba Polda Babel dan Polres jajaran selama Januari 2025 mengungkap 71 kasus narkoba dengan 79 tersangka selama Januari 2025. Barang bukti narkotika itu diperkirakan bernilai Rp 7.397.300.000.
"Masalah ekonomi sudah barang tentu ada pengaruhnya, namun kalau terjadi penurunan ekonomi sebenarnya peredaran narkoba tidak marak menurut kami. Karena pembelian narkoba saya rasa tidak signifikan karena terjadi penurunan ekonomi," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Babel, Kombes Pol Slamet Ady, Kamis (6/2/2025).
Slamet menjelaskan, kasus narkoba di Babel untuk perbandingan 2024 dengan 2025 khususnya Januari tidak terjadi peningkatan atau pengungkapan kasus itu data.
"Memang ada penambahan 20 kasus tapi saya rasa ada pengaruh nya dengan operasi antik ini," ucapnya.
Menurut dia, tidak menutup kemungkinan peredaran narkoba beralih dari Polda atau provinsi lain yang sedang kuat penanganannya, sehingga mereka melakukan peredaran atau jaringan itu masuk ke Babel.
"Tapi bisa kami antisipasi dengan beberapa pengungkapan menyebrang ke kota dan kita lakukan penangkapan saat turun dari kapal," katanya.
Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung mencatat Ekonomi Bangka Belitung triwulan IV-2024 dibanding triwulan IV-2023 (y-on-y) tumbuh sebesar 0,94 persen, melambat dibandingkan capaian triwulan IV-2023 yang tumbuh sebesar 4,00 persen.
Kepala BPS Babel, Toto H Silitonga mengatakan, dibandingkan triwulan III-2024 (q-to-q), ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tumbuh sebesar 3,48 persen, meningkat dibanding capaian triwulan III-2024 lalu yang terkontraksi sebesar 0,86 persen.
"Sehingga secara kumulatif (c-to-c), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung triwulan IV-2024 dibandingkan dengan triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 0,77 persen, melambat dibanding capaian triwulan IV-2023 yang tumbuh sebesar 4,38 persen," kata Toto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....