Pelajar Resah, Polda Babel Deklarasikan Penolakan Geng Motor

  • 16 Jan 2025 10:03 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Pangkalpinang : Pelajar di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengaku resah terhadap aktivitas geng motor. Mereka khawatir ketika akan keluar rumah sebab geng motor kerap menggunakan senjata tajam (Sajam).

Hal itu disampaikan oleh salah seorang pelajar di Kota Pangkalpinang, Kevin pada acara deklarasi penolakan terhadap segala aktivitas geng motor di Kota Pangkalpinang di Alun-alun Kota Pangkalpinang, Kamis (16/1/2025).

Kevin mendukung kepolisan dalam memberantas geng motor ini. Pelajar menyadari aktivitas geng motor ini sangat meresahkan.

"Setuju (penolakan geng motor) karena gengster bikin resah warga. Keluar malam susah, takut ada keluyuran (geng motor) membawa senjata tajam," kata Kevin.

Diketahui Ratusan peserta dari berbagai elemen mulai dari TNI-Polri, kepala sekolah, organisasi masyarakat dan mahasiswa serta pelajar dan lainnya mendeklarasikan penolakan terhadap segala aktivitas geng motor. Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Hendro Pandowo memimpin deklarasi ini.

"Kita melihat di kota-kota besar geng motor sudah merajalela dan di kota Pangkalpinang baru masuk, sudah 2024 ada 8 laporan polisi ada 19 tersangka," kata Hendro .

Hendro mengatakan, Forum Koordinasi Pimpinanan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat tidak menginginkan dan harus membatasi gerak geng motor ini. Sehingga kepolisan sudah mempunyai konseptual atau strategi untuk memberantas geng motor di wilayah Bangka Belitung termasuk polres Pangkalpinang.

"Mulai kita meminta dukungan dari masyarakat media dan kita sosialisasikan geng motor dan hari ini kita deklarasi penolakan dengan keras segala aktivitas geng motor di kota Pangkalpinang nanti akan diikuti oleh Polres sampai ke tingkat polres," ujarnya .

Nantinya, lanjut dia, pihaknya akan melakukan langkah berikutnya dengan spanduk sosialisasi, menghapus simbol geng motor dan termasuk melakukan penangkapan

"Termasuk melakukan penangkapan terhadap pelaku pelaku Geng motor yang masih dalam pengejaran yang sudah diterbitkan daftar pencarian orang (DPO)," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....