Permintaan Lampion untuk Imlek Belum Surut di Sungailiat
- 13 Feb 2026 17:17 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Transaksi jual beli lampion masih terjadi di Pasar Sungailiat Kabupaten Bangka menjelang H -3 perayaan Imlek. Masyarakat Tionghoa membutuhkan lampion karena bagian tradisi pada setiap Imlek.
Para penjual lampion mengakui, mendekati perayaan Imlek, harga jual lampion mengalami penurunan sebesar 30 persen. Penurunan itu tidak berdampak signifikan terhadap permintaan dari para pembeli.
Pemilik Toko Aksesoris Belyinic di Pasar Subgailiat, Acen mengatakan harga lampion tahun ini sebenarnya lebih murah dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut kisaran harga lampion mulai dari Rp8 ribu untuk ukuran kecil hingga Rp1 juta untuk ukuran besar.
"Jumlah pembelian tahun ini relatif sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Standar saja tiap tahun, namanya juga orang Imlek pasti beli,” kata Acen, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia mengatakan pembeli sudah mulai ramai sejak satu bulan terakhir dengan penjualan yang kadang mencapai 50 buah per hari. Acen menyebut tingkat penjualan masih dalam kategori normal dan harga jual lebih terjangkau.
Sementara itu, Ngiatna mengaku tidak selalu membeli lampion setiap tahun. Ia mengatakan hanya membeli jika lampion lama sudah rusak atau ingin menambah suasana baru di rumahnya.
“Saya tidak setiap tahun beli. Kalau masih bagus biasanya dipakai lagi. Tahun ini beli satu untuk menambah suasana. Lampion itu bagi saya simbol harapan dan keberuntungan saat Imlek,” kata Ngiatna.
Menurut Ngiatna, lampion melambangkan kebahagiaan, rezeki, serta doa agar tahun yang baru membawa kehidupan yang lebih baik. Ia menilai kehadiran lampion membuat suasana Imlek terasa lebih hangat dan penuh semangat kebersamaan. (Juniver Anjeli/Inpalas)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....