Permintaan Pantiau Naik 300 Persen, Mesin Potong Jadi Kendala
- 15 Apr 2026 08:17 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Potensi ekonomi kuliner tradisional pantiau di Kabupaten Bangka menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan lonjakan permintaan mencapai 300 persen pada momentum Ramadan dan hari besar keagamaan. Namun, akselerasi produksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhambat oleh minimnya teknologi mekanisasi pada proses pengemasan dan pemotongan.
Pengusaha UMKM pantiau asal Sungailiat, Pitri Ningsih, mengungkapkan bahwa pada hari biasa kapasitas produksinya berada di angka 200 kilogram. Namun, saat permintaan memuncak, dapur produksinya dipacu untuk menghasilkan lebih dari 600 kilogram pantiau dalam sehari.
Pitri mengakui, meski volume produksi terus meningkat, proses pengolahan masih sangat bergantung pada tenaga manual.
"Kendala terbesar kami ada pada alat. Untuk proses penggilingan mungkin sudah modern, tetapi untuk memotong lembaran pantiau menjadi helai-helai mi itu masih manual menggunakan tangan," ujar Pitri saat mengisi siaran budaya Belajasumba di RRI Pro 4 Sungailiat. Sabtu, 11 April 2026.
Keterbatasan kapasitas produksi ini berdampak langsung pada ketersediaan stok di tingkat pedagang pasar. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Andini, seorang pendengar setia RRI Pro 4, yang mengaku kerap kesulitan mendapatkan produk pantiau saat permintaan masyarakat sedang tinggi.
"Saya sering ingin membeli pantiaudi pasar tradisional di Sungailiat, tetapi stok di pasar sudah habis, apalagi kalau hari besar. Ternyata kendalanya memang pada proses pembuatan yang belum bisa cepat," ujar Andini.
Menanggapi hal tersebut, Pitri Ningsih membenarkan bahwa kecepatan produksi saat ini belum mampu mengimbangi antusiasme pembeli akibat hambatan teknis pemotongan.
Hingga saat ini, Pitri terus berupaya mencari solusi teknologi tepat guna dengan berkonsultasi kepada pihak akademisi teknik. Namun, hingga kini belum ditemukan mesin pemotong yang mampu menangani karakteristik tekstur pantiau matang tanpa merusak bentuknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....