DPRD Babel Serap Aspirasi Masyarakat Tanjung Niur Bangka Barat
- 15 Mei 2026 23:44 WIB
- Sungailiat
Poin Utama
- Reses Anggota DPRD Babel masa sidang II tahun sidang II 2026.
RRI.CO.ID, Mentok- Masyarakat di Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang Bangka Barat (Babar) menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Elvi Diana saat reses masa sidang II tahun sidang II 2026 di Dapil Bangka Barat, Jumat 15 Mei 2026.
Salah satu warga setempat, Yunus memohon bantuan karena solar lama datangnya hingga keluhan harga yang menjadi kendala bagi warga..
“Dan masyarakat membeli solar mahal denfan harga per Liter skitar Rp. 20.000, sehingga kendala bagi masyarakat.sedangkan surat rekomendasinya sudah lama diajukan,” ujar Yunus.
Di sisi lain, Ardila memohon banguan dana kredit usaha rakyat (KUR) untuk mendukung keberlangsungan usahanya.
“Memohon bantuan modal Dana Kur untuk Jualan, usaha karena masih ada yg jualan pakai sepeda,” ucap Ardila.
Sementara, Staf Pemerintahan Desa setempat, Rizky Hamdani menanyakan bagaimana tentang program Kampung Nelayan Merah Putih.
“Apakah kampung nelayan merah putih bisa menjadi Hak mereka dan apakah hanya untuk nelayan saja,” kata Rizky.
Selain menyerap berbagai aspirasi warga, pada reses tersebut diketahui, Elvi Diana mensosialisasikan tengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Babel dan Dinas Perikanan Bangka Barat.
Elvi memaparkan, jika program KNMP tersebut akan menimbulkan multiplayer effect mulai dari lapangan pekerjaan hingga pemberdayaan UMKM.
“Dan ini juga akan menambah kesejahteraan karena tenaga kerja bapak ibu juga, kontraktor nya akan membutuhkan tenaga kerja,” kata Elvi di Kantor Des Tanjung Niur.
Menurut dia, program ini juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena operasionalnya memerlukan tenaga kerja untuk pembangunan tersebut. Serta program ini akan membuat berputarnya ekonomi di daerah tersebut.
“Mengapa roda ekonomi dapat berputar? Karena di sini ada kebutuhan material. Sebagai contoh, alat berat yang selama ini tidak beroperasi karena tidak ada pekerjaan, serta material yang sebelumnya tidak ada yang membeli, kini akan terpakai. Melalui kegiatan pembangunan ini, aktivitas ekonomi di desa bapak ibu akan mulai terlihat,” ucapnya.
Selain itu, ia juga berharap dari program ini sektor UMKM nantinya dapat dibangun sebuah UMKM Center. Dengan demikian, komoditas seperti ikan, misalnya diolah menjadi produk makanan berbasis ikan dan lainnya dapat diproduksi dan dipasarkan di sana.
“Jadi, tempat ini benar-benar menjadi satu kawasan terpadu,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....