Survei BI: Keyakinan Masyarakat Meningka Terhadap Perekonomian di Babel

  • 14 Mei 2026 18:47 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Pertumbuhan ekonomi Babel meningkat pada April 2026

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BI Babel) mencatat keyakinan masyarakat terhadap kinerja ekonomi Babel meningkat pada April 2026.

Hal ini terkonfirmasi dari hasil Survei Konsumen Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 berada pada level optimis (>100) yaitu sebesar 125,92 dan sejalan dengan IKK Nasional April 2026 yaitu sebesar 123.

Kepala BI Babel, Rommy S Tamawiwy mengatakan, optimisme IKK Bangka Belitung April 2026 meningkat didorong oleh peningkatan keyakinan konsumen terhadap Indeks Kondisi Ekonomi saat Ini (IKE) diiringi Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap solid.

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada April 2026 sebesar 127,83, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 120. IKE merupakan cermin dari persepsi konsumen terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja dan tingkat konsumsi barang tahan lama (durable goods) di Bangka Belitung.

“Berdasarkan survei, 33 persen responden memiliki persepsi penghasilan saat ini meningkat jika dibandingkan dengan 6 bulan yang lalu, dan 37.3 persen dari responden yang penghasilannya meningkat menyatakan bahwa peningkatan tersebut didorong oleh adanya kenaikan omzet,” kata Romyy, dalam keterangan, Kamis 14 Mei 2026.

Data survei juga menunjukan bahwa 33 persen responden yang mengkonsumsi durable goods saat ini meningkat dan 63,5 persen responden lainnya menyatakan relatif stabil. Sebanyak 34,8 persen dari responden yang menyatakan peningkatan konsumsi durable goods menyampaikan bahwa peningkatan ini utamanya didominasi oleh pembelian barang elektronik.

“Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mencerminkan persepsi konsumen terhadap kinerja perekonomian 6 bulan ke depan. Pada April 2026, IEK tercatat tetap pada level optimis sebesar 124 meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 127,3,” ucapnya.

Berdasarkan survei, diketahui bahwa 38,5 persen responden memperkirakanpeningkatan kegiatan usaha pada 6 bulan mendatang, sementara 45,5 persen responden menyatakan relatif stabil. Sebanyak 33,8 persen dari responden yang memperkirakanpeningkatan kegiatan usaha pada 6 bulan mendatang,menyatakan bahwa hal tersebut didorong oleh adanyapeningkatan proyek pemerintah khususnya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Hal itu selaras dengan optimisme dari 31,5 persen responden yang memperkirakan ketersediaan lapangan kerja pada 6 bulan mendatang akan meningkat, sementara 60 persen responden menyatakan relatifstabil. Hasil survei juga menunjukan bahwa 41,3 persen dari responden yang memperkirakan peningkatan ketersediaan lapangan kerja, hal tersebut didorong oleh perkiraan kondisi ekonomi yang akan tumbuh positif.

“Namun, peningkatan tersebut diperkirakan masih tertahan oleh tekanan kenaikan harga yang dipicu meningkatnya biaya bahan baku,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Sugeng Arianto, mengatakan, jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,54 persen (yoy), petumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 relatif konstan.

Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut terutama ditopang oleh kinerja Lapangan Usaha (LU) Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh sebesar 39,46 persen (yoy).

“Kondisi ini didorong oleh perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang meningkat signifikan dibandingkan triwulan I 2025, serta geliat ekonomi yang meningkat pada periode Ramadan, Idulfitri, dan Imlek tahun ini yang berlangsung berdekatan,” ujar Sugeng.

Selain itu, laju perekonomian juga didorong oleh kinerja positif LU Konstruksi sejalan dengan masifnya pembangunan SPPG dan KDMP, LU Pertanian seiring peningkatan produksi perikanan, tanaman pangan dan peternakan, serta LU Perdagangan seiringpeningkatan perdagangan ritel modern dan lokal serta pembelian kendaraan baru.

Dari sisi pengeluaran, laju perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditopang oleh seluruh komponen yang tumbuh positif. Konsumsi Rumah Tangga tetap tumbuh positif sebesar 3,88 persen (yoy)yang didorong oleh makin masifnya aktivitas SPPG dan KDMP juga turut berdampak terhadap masyarakat, yakni terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, yang mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sehingga konsumsi masyarakat tetap terjaga.

“Konsumsi Pemerintah yang tumbuh positif sebesar 14,58 persen (yoy), yangdidorong oleh meningkatnya belanja pegawai sejalan dengan pembayaran gaji ke-14 (THR) untuk ASN dan Non ASN, termasukadanya peningkatan belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat/Pemerintah Daerah melalui implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG),” katanya.

Selain itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 4,50 persen (yoy) sejalan dengan meningkatnya aktivitas investasi fisik, termasuk pembangunan SPPG dan KDMP serta pembelian kendaraan bermotor baru. (Sumber : Rilis BI Babel)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....