Ribuan Masyarakat Padati Festival Nganggung di Kelurahan Tuatunu
- 25 Agt 2026 12:42 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Ribuan masyarakat memadati Festival Nganggung 2026 yang digelar di halaman Masjid Tuatunu Raya, Kelurahan Tuatunu, Pangkalpinang, Selasa 25 Agustus 2026.
Mengusung tema “1000 Pintu, 1000 Dulang”, Festival Nganggung 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, gotong royong, persaudaraan, sekaligus menjaga identitas budaya masyarakat Bangka.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan semakin banyak warga yang peduli terhadap kelestarian budaya daerah.
“Ini menggambarkan bahwa semakin banyak warga kita yang peduli dengan budaya kita di Kota Pangkalpinang. Tema seribu pintu, seribu dulang ini menggambarkan gotong royong, sinergitas kita di dalam masyarakat, serta bagaimana kita menjalin silaturahmi,” ujar Saparudin.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam Festival Nganggung dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
“Kita berharap ke depan semakin baik, ekonominya semakin meningkat, masyarakat semakin rukun dan damai, sehingga dapat mencapai masyarakat yang sejahtera,” katanya.
| Baca juga: Rayakan 1 Muharram, Warga Kenango "Lebaran" |
Festival Nganggung tersebut juga menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga pelaksanaannya berlangsung lebih meriah dibandingkan kegiatan Nganggung pada momentum lainnya.
Sementara itu, Ketua Adat Wilayah Tuatunu, Zulkifli, mengatakan tradisi Nganggung telah diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat.
“Nganggung ini memang tradisi turun-temurun sampai sekarang, tidak pernah berhenti. Dilaksanakan pada momen-momen hari raya keagamaan seperti Idulfitri, Iduladha, dan hari-hari besar lainnya,” ujar Zulkifli.

Selain perayaan hari besar keagamaan, tradisi Nganggung juga dilaksanakan dalam berbagai kegiatan adat masyarakat, termasuk tradisi ruah kubur dan kegiatan kebudayaan lainnya.
Menurut Zulkifli, pelaksanaan Nganggung dalam rangka Maulid Nabi memiliki kemeriahan tersendiri karena jumlah masyarakat yang terlibat lebih besar.
“Tradisi ini terus kita budayakan. Seperti Maulid Nabi ini memang lebih besar, berbeda dengan yang lain-lain,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa Nganggung bukan sekadar kegiatan makan bersama, tetapi memiliki makna yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Bangka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....