Generasi Muda Lestarikan Budaya lewat Media Digital

  • 24 Mei 2026 21:58 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Generasi muda bisa andil dalam pelestarian budaya dengan memanfaatkan media digital. Keragaman budaya dan kearifan lokal layak dijadikan konten, misalnya di media sosial.

Anak-anak muda yang familier dengan media sosial bisa turut mempopulerkan berbagai budaya lokal. Tanggung jawab pelestarian budaya tidak semata-mata diprakarsai pemerintah daerah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Sehubungan itu, Ketua KNPI Kabupaten Bangka Adi Putra mengajak para pemuda supaya aktif melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi digital. Generasi muda merupakan tunas bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.

Ia menilai budaya lokal di Bangka mulai mengalami pergeseran karena pengaruh budaya luar. Budaya itu semakin mudah diakses melalui media sosial dan perlu diantisipasi agar kearifan lokal tidak hilang di Pulau Bangka.

Menurut Adi Putra, KNPI Bangka mulai mendorong penggunaan media digital sebagai sarana kampanye budaya kepada generasi muda. Ia beralasan karena pelestarian budaya tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara lama.

“Kita harus masuk ke dunia anak muda sekarang. Budaya Bangka harus dikemas dalam bentuk konten kreatif seperti; video pendek, cerita rakyat digital, hingga kolaborasi musik daerah dengan genre kekinian,” kata Adi Putra dalam dialog interaktif di Pro4 RRI Sungailiat, Rabu, 20 Mei 2026.

Dia menjelaskan, KNPI Bangka terus berupaya menghadirkan unsur budaya dalam berbagai kegiatan organisasi: penggunaan bahasa Bangka, penampilan tari tradisional, hingga pelestarian adat "Nganggung". Hal itu dimaksudkan agar kalangan pemuda tidak melupakan jati diri bangsa.

Selain itu, Adi Putra mengajak agar semangat gotong royong dan kebersamaan terus dijaga oleh generasi muda sebagai bagian dari nilai budaya bangsa. Adanya keberagaman suku, agama, dan bahasa harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan Indonesia.

Salah satu pendengar Pro 4 RRI Sungailiat, Leli berpendapat budaya lokal akan lebih mudah diterima anak muda apabila dikemas secara modern tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Hal itu seperti pengemasan budaya menjadi konten di media sosial.

"Saya harap generasi muda Bangka tetap bangga menggunakan bahasa daerah dan ikut menjaga kesenian tradisional agar tidak tergerus perkembangan zaman," ujar Leli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....