Iduladha Lewat, Tabir Malambang Ku Ingat Juo

  • 31 Mei 2026 08:36 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Hari Raya Iduladha dengan segala ritual, tradisi dan pernak-pernik lewat dari ingatan kita. Tabirnya reda, olahan ragam daging kurban tak tersisa, foto-fotonya tersimpan di galery HP.

Tapi buat warga keturunan Minangkabau, ada satu yang diingat yakni: malambang. "Tradisi malambang menjadi bagian dari identitas budaya Minang yang sarat makna," kata Uda Boy.

Lewat acara Etnis Nusantara “Minang Maimbau”, Uda Boy pernah bilang tradisi ini sering muncul tiap Iduladha. Bukan sekadar kumpul-kumpul, tapi cara Minang “menyapa” leluhur. "Simbol penghormatan terhadap leluhur," katanya.

Buat warga minang, malambang nyaris tradisi yang dirindukan setiap Iduladha, selain salat dan kurban. Ada niat luhur yang terkadung pada melambang yakni silaturahmi dan rasa persaudaraan.

Yuni, salah satu pendengar RRI, ngerasain bedanya. "Rasanya akrab, lebih hangat, penuh kekeluargaan," kata Yuni.

Pendengar lain, Putra nambahin dari sisi anak muda. Menurutnya, malambang itu ngajarin anak muda buat ngerti adat. “Kita jadi belajar. Ternyata jaga adat itu juga bagian dari jaga agama. Saling nguatin,” ujarnya.

Iduladha lewat, daging habis, foto lah ke-scroll, malambang tetap jadi ingatan yang gak habis dimakan waktu. Malambang jualah satu cara nguatin kasudaraan awak sekampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....