Tradisi Bawa Bunga ke Makam Leluhur pada Perayaan Ceng Beng

  • 31 Mar 2026 15:19 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Masyarakat etnis Tionghoa menghadapi tradisi Ceng Beng atau sembahyang kubur, yang puncaknya 5 April 2026. Pada saat ke makam leluhur, membawa bunga menjadi satu tradisi bagi mereka.

Tradisisi itu memprakarsai sebagian warga untuk menyediakan atau menjual paket bunga. Hal itu di antaranya tampak di Pemakaman Kemujan, Sungailiat Kabupaten Bangka.

Aktivitas penjual bunga itu meningkat dalam beberapa hari terakhir seiring banyaknya warga yang mempersiapkan ziarah makam. Lapak penjual bunga memposisikan di sekitar area pemakaman untuk memudahkan warga yang akan berziarah.

Penjual bunga, Pia, mengatakan bahwa dirinya mulai berjualan sejak dini hari saat mendekati Ceng Beng karena menyesuaikan waktu warga yang datang untuk sembahyang. Omzet penjualan pun biasanya meningkat saat mendekati hari pelaksanaan Ceng Beng.

“Menjelang hari H sudah ramai, biasanya semua bunga habis saat hari Ceng Beng,” kata Pia ditemui di lapak jualannya, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menjelaskan, bunga yang dijual memiliki harga bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp50 ribu per ikat, tergantung jenis dan ukuran bunga. Ikatan-ikatan bunga itupun ia rangkai sedemikian rupa untuk menarik pembeli.

Sementara itu, warga pembeli, Akim, mengatakan bahwa bunga menjadi perlengkapan penting saat ziarah. Dengan membawa bunga ke kuburan, ia dan warga Tionghoa lainnya ingin menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada leluhur mereka yang telah meninggal.

“Kami beli bunga untuk dibawa ke makam, sudah jadi kebiasaan saat Ceng Beng,” kata Akim, Selasa, 31 Maret 2026.

Menurutnya, membeli bunga di dekat pemakaman lebih praktis karena tidak perlu mencari ke tempat lain. Harga jual bunga pun relatif bisa dijangkau oleh warga Tionghoa pada umumnya.

Ceng Beng adalah perayaan yang sangat penting bagi masyarakat Tionghoa. Tradisi membawa bunga ke pekuburan merupakan salah satu cara untuk menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada leluhur. (Juniver Anjeli/Inpalas)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....