BPS Rilis Data Ekonomi Babel, Inflasi Tetap Stabil

  • 05 Mei 2026 08:43 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID., Pangkalpinang: Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merilis data perkembangan ekonomi daerah. Humas BPS Babel, Eka menyampaikan, terdapat beberapa indikator yang dibahas dalam rilis tersebut, di antaranya perkembangan inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), ekspor dan neraca perdagangan, pariwisata, serta transportasi. Informasi lengkap juga dapat diakses oleh masyarakat melalui website resmi BPS Babel di https://babel.bps.go.id/id.

Inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada April 2026 tercatat masih positif, diiringi dengan kinerja neraca perdagangan yang tetap menunjukkan surplus. Hal ini disampaikan dalam rilis resmi yang diterbitkan pada Senin, 4 Mei 2026.

Suasana rilis Berita Resmi Statistik oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Sungailiat, Senin (4/5/2026), yang dipaparkan oleh Kepala BPS Babel, Sugeng Arianto, bersama jajaran dan peserta kegiatan (Foto: Dokumentasi BPS Prov. Kep. Babel)

Kepala BPS Babel, Sugeng Arianto menjelaskan, inflasi April 2026 sebesar 0,39 persen secara bulanan (month-to-month), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,41 persen.

“Inflasi April terutama didorong kenaikan komoditas angkutan udara, sawi hijau, dan jeruk. Ketiganya memberi andil terbesar terhadap kenaikan harga bulan ini,” ujar Sugeng.

Secara tahunan (year-on-year), inflasi di Bangka Belitung tercatat sebesar 1,49 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,87 persen. Komoditas seperti emas perhiasan, daging ayam ras, dan cumi-cumi menjadi penyumbang utama inflasi tahunan.

Selain inflasi, BPS juga mencatat peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 yang mencapai 155,42 atau naik 0,36 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani, terutama pada subsektor hortikultura.

Di sektor perdagangan luar negeri, Bangka Belitung masih mencatatkan kinerja positif. Nilai ekspor pada Maret 2026 mencapai 211,30 juta dolar AS, dengan komoditas timah sebagai penyumbang terbesar. Neraca perdagangan tercatat surplus sebesar 210,66 juta dolar AS atau tumbuh 25,08 persen secara kumulatif.

Sementara itu, sektor pariwisata menunjukkan tren peningkatan. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Maret 2026 mencapai 467,60 ribu perjalanan, meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Di sektor transportasi, mobilitas masyarakat juga terus meningkat. Hal ini terlihat dari lonjakan jumlah penumpang kapal laut maupun pesawat udara, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.

Menanggapi kondisi tersebut, Nani, warga Sungailiat, mengaku cukup merasakan dampak stabilnya harga kebutuhan pokok dalam beberapa waktu terakhir.

“Kalau dibandingkan sebelumnya, sekarang harga masih relatif terkendali, jadi belanja kebutuhan sehari-hari masih bisa diatur. Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus stabil,” ungkap Nani.

BPS menilai, dengan inflasi yang terkendali, peningkatan daya tawar petani, serta kinerja ekspor yang tetap surplus, perekonomian Bangka Belitung pada triwulan II 2026 memiliki prospek yang relatif stabil dan positif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....