Regenerasi Kepengurusan, DPW Perempuan Bangsa Babel Gelar Muswil

  • 10 Jul 2026 18:48 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • DPW Perempuan Bangsa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Muswil masa khidmat 2026-2031 di Pangkalpinang pada 10 Juli 2026 untuk melahirkan kepengurusan baru yang progresif.
  • Hindun Anisah menekankan pentingnya peningkatan kapasitas perempuan di bidang politik dan penerapan 'politik kehadiran' dan 'politik pelayanan' yang bekerja nyata di tengah masyarakat.
  • Target keterwakilan perempuan di legislatif Bangka Belitung harus mencapai 30 persen sesuai putusan Mahkamah Konstitusi, namun saat ini belum menyentuh angka ideal tersebut.

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar musyawarah wilayah (Muswil) masa khidmat 2026-2031 di Pangkalpinang, Jumat 10 Juli 2026.

Agenda digelar serentak se-Indonesia ini ditujukan untuk melahirkan kepengurusan baru yang progresif guna mendongkrak kapasitas politik perempuan sekaligus memenangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pemilu 2029 mendatang.

Wakil Ketua DPP Perempuan Bangsa, Hindun Anisah, mengatakan, kepengurusan baru yang lahir dari Muswil ini harus mampu membawa organisasi sayap perempuan PKB tersebut bergerak maju, hidup, dan berdampak nyata di tengah masyarakat.

"Kita ingin kepengurusan baru ini benar-benar meningkatkan kapasitas dan kualitas perempuan di bidang politik. Tidak hanya itu, Perempuan Bangsa juga harus hadir mendampingi masyarakat melalui gerakan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan gerakan lingkungan. Muaranya, kita siap memenangkan PKB di Pemilu 2029," ujar Hindun.

Hindun juga menyoroti pentingnya posisi perempuan yang tidak boleh lagi sekadar menjadi objek atau pelengkap dalam kontestasi politik, melainkan harus menjadi subjek yang aktif bergerak. Terlebih, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) telah mempertegas aturan mengenai 30 persen keterwakilan perempuan di kepengurusan partai.

Saat ini, ia mengakui keterwakilan perempuan di legislatif maupun struktur strategis di Bangka Belitung sudah ada, namun jumlahnya belum menyentuh angka ideal 30 persen.

"Sudah ada yang menjadi anggota DPRD, tapi jumlahnya belum mencapai 30 persen. Karena itu, melalui Perempuan Bangsa ini, kita terus mendorong dan mengawal agar target 30 persen di legislatif bisa tercapai," katanya.

Sesuai arahan Ketua Umum, Perempuan Bangsa ditekankan untuk menerapkan "politik kehadiran" dan "politik pelayanan"—yakni politik yang bekerja nyata di tengah masyarakat secara konsisten, tanpa harus menunggu momentum pemilu dimulai.

Setelah Muswil ini rampung, pengurus baru diminta segera melengkapi struktur karena pelantikan serentak seluruh DPW Perempuan Bangsa se-Indonesia dijadwalkan akan berlangsung di Jakarta pada 23 September mendatang.

Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Babel, Agam Dliya Ul-Haq, menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan Muswil berjalan dengan kondusif. Proses penjaringan nama-nama calon pengurus dari tingkat dasar (DPC dan DPAC) telah selesai dilakukan sebelum sidang pleno penetapan.

"Prosesnya seperti pleno pada umumnya. Tidak ada dinamika yang krusial karena tahap penjaringan sudah selesai dari bawah, jadi hari ini tinggal agenda penetapan," jelas Agam.

Agam menambahkan, PKB merupakan partai yang sangat serius dalam memberikan ruang strategis bagi kaum perempuan. Hal ini dibuktikan dengan komposisi kepemimpinan PKB di tingkat daerah di Bangka Belitung.

"Bisa dicek dibandingkan partai lain, di PKB Babel saat ini, 3 dari 7 Ketua DPC adalah perempuan. Ini bukti konkret bahwa PKB serius memperhatikan hak-hak perempuan dan melibatkan mereka dalam konsolidasi politik secara aktif," ujarnya.

Sementara, Gubernur Bangka Belitung diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Administrasi Kependudukan Pencatatan Sipil, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB), Megawati mengatakan, tantangan pembangunan semakin kompleks. Oleh karena itu, organisasi perempuan dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas anggotanya agar mampu beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, serta dinamika sosial di masyarakat.

“Harapan dari kita semua yaitu perempuan bangsa dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Bangka Belitung yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” kata Megawati.

Ia menyebutkan, rganisasi ini memiliki potensi besar untuk mengambil bagian dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan keluarga, Kesehatan ibu dan anak, Pemberdayaan UMKM perempuan, Penguatan ekonomi kreatif, hingga Pembangunan karakter generasi muda.

“Semoga kita nanti bisa mencapai generasi emas untuk tahun-tahun mendatang.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen membangun daerah melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....