BGN Gelar Rapat Konsolidasi Program MBG di Babel

  • 17 Apr 2026 11:39 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Rakon program MBG di Babel oleh BGN RI

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat konsolidasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, Mitra, Yayasan, Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan, Asisten Lapangan dan Jurutama Masak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Jumat 17 April 2026.

Wakil Kepala BGN RI, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, mengatakan, pertemuan ini untuk menyatukan kembali apa yang harus disatukan, dan apa yang harus disamakan niat tujuan pemahaman dan tujuan dari kegiatan program makan bergizi gratis, yang direncanakan oleh pemerintah ini.

“Tujuannya coba tolong diingat betul, memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan. Siapa kelompok rentan? Kelompok rentan itu adalah mereka yang disebut golden period. Seribu hari pertama kehidupan. Yang pertama, jamin yang berada di dalam kandungan ibu hati. Itu sudah dipikirkan oleh pemerintah bahwa jamin yang ada di dalam kandungan harus mendapatkan asupan gizi. Yang kedua, ibu menyusui dan kemudian balita,” kata Sony dalam sambutannya.

BGN sebelumnya menggelar pertemuan dengan Kemendukbangga membahas kelompol balita yang dipecahkan lagi kreterianya, untuk itu terhadap hal ini agar para Kepala SPPG memahami hal tersebut.

“Nah ini memang harus betul-betul. Rencananya memang minggu depan saya juga akan berkoordinasi dengan kementerian kesehatan mendetailkan ini. Jadi untuk sementara kita tahu adalah satu, ibu hamil. Kedua, ibu menyusui. Yang ketiga, balita. Ini yang kelompok rentan. Detailnya, konkretnya seperti apa? Nah ini yang terus-menerus kita perbaiki untuk menyamakan,” ujarnya.

BGN, kata dia, dengan stakeholder, yaitu Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Dukcapil, kemudian Kementerian Sosial langkah demi langkah terus meningkatkan koordinasi supaya betul-betul adanya penymaan persepsi terhadap program ini.

“Dan yang kedua adalah para peserta didik. Jadi tolong kita samakan pemahaman kita. Kenapa saya tekankan di sini? Karena pada awalnya banyak yang keliru. Program makan bergizi gratis itu untuk siapa? Untuk siswa. Jadi siswa dulu disebut,” katanya.

Gubernur Babel, diwakili Asisten I, Tarmin mengatakan, Program MBG ini adalah langkah strategi untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Agar berdampak maksimal, program ini harus dijalankan secara terpadu dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan ujung tombak lapangan. Peran pengawas, tenaga lapangan, dan mitra sangat krusial dalam memastikan program berjalan sesuai rencana.

“Melalui rapat konsolidasi ini, kita perlu menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antara pemerintah, Badan Gizi Nasional, serta seluruh pemangku kepentingan. Selain kolaborasi, aspek pengawasan dan akuntabilitas harus dijaga ketat. Setiap tahapan harus dapat dipertanggungjawabkan agar program tetap tepat sasaran dan berkualitas,” kata Tarmin.

Ia mengajak seluruh pihak menjadikan program ini sebagai gerakan bersama. Dengan komitmen yang kuat, ia yakin program ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing.

“Semoga ikhtiar ini membantu menyiapkan generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas, sebagai kunci menuju daerah yang maju dan berdaya saing,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....