​Tugu Keris Jangan Sekadar Simbol

  • 30 Jan 2025 16:05 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Tugu keris yang dibangun di Kecamatan Pragaan, oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep adalah langkah penting yang dapat memperkuat identitas budaya dan sejarah daerah.

Sebagai simbol penghargaan kepada empu keris di Kabupaten Sumenep, tugu ini seharusnya lebih dari sekadar hiasan atau simbolis.

Agar menjadi simbol yang bermakna, tugu keris perlu dimaknai secara mendalam dan membawa dampak nyata bagi masyarakat serta generasi mendatang.

Pertama-tama, keris adalah warisan budaya yang sangat penting bagi masyarakat khususnya Kabupaten Sumenep yang kental akan keberadaan keraton, dan tugu ini bisa menjadi alat untuk memperkenalkan serta melestarikan keterampilan pembuatan keris, yang sudah lama berkembang.

Dengan menjadikan tugu keris sebagai pusat perhatian, pemerintah bisa mendorong pendidikan dan pelatihan mengenai pembuatan keris kepada generasi muda, menghubungkan mereka dengan tradisi dan warisan leluhur mereka.

Dampak positifnya adalah menjaga kelangsungan keterampilan empu keris, yang mungkin saja terancam punah di tengah derasnya arus modernisasi.

Selain itu, tugu ini bisa menjadi daya tarik wisata yang dapat meningkatkan perekonomian lokal.

Jika tugu keris dilengkapi dengan museum atau galeri yang menceritakan sejarah pembuatan keris, termasuk profil empu keris dan proses pembuatan keris itu sendiri, maka akan menarik wisatawan dari luar daerah, bahkan luar negeri.

Wisata budaya semacam ini bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar, mulai dari pemandu wisata hingga pengelola usaha kecil yang terkait dengan kerajinan tangan.

Dari sisi sosial dan budaya, tugu keris juga dapat memperkuat rasa bangga terhadap warisan budaya lokal. Jika masyarakat, terutama generasi muda, diajak untuk lebih memahami nilai-nilai yang terkandung dalam pembuatan keris, tugu ini bisa menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keberagaman dan tradisi daerah.

Namun, untuk memastikan bahwa tugu keris benar-benar menjadi simbol yang bermakna, bukan hanya simbolis, pemerintah perlu melakukan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah dengan melibatkan masyarakat lokal dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan keris, seperti festival budaya, pameran keris, atau kompetisi pembuatan keris. Ini akan membuat tugu ini tidak hanya sebagai objek yang dilihat, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sumenep.

Secara keseluruhan, tugu keris di Kecamatan Pragaan memiliki potensi besar untuk menjadi simbol kebanggaan dan keberlanjutan budaya lokal, jika diimbangi dengan upaya pelestarian, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Hal itu bukan hanya sekadar tugu, tetapi cerminan dari semangat untuk menjaga, mengenang, dan mengembangkan warisan budaya yang sangat berharga.

Rekomendasi Berita