Keamanan Siber Jadi Benteng Layanan Publik
- 20 Jan 2026 06:08 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan keamanan siber memiliki peran vital dalam melindungi data pribadi masyarakat. Selain itu menjaga keberlangsungan layanan publik berbasis digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Nezar dalam acara BSSN Executive Town Hall yang digelar di Depok, Jawa Barat, Senin 19 Januari 2026. Menurutnya, keamanan siber tidak lagi sebatas isu teknis, melainkan bagian dari kepentingan strategis negara.
Dari laman komdigi, Nezar menjelaskan, ruang digital saat ini telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan publik, mulai dari administrasi pemerintahan, layanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan sosial dan pelaksanaan demokrasi.
Ia mengingatkan bahwa ancaman siber tidak selalu berbentuk serangan besar yang terlihat mencolok. Justru, risiko paling berbahaya datang dari ketergantungan pada infrastruktur digital asing serta kebocoran data strategis yang terjadi secara perlahan.
“Infrastruktur digital harus diposisikan sebagai aset keamanan nasional,” ujarnya. Kabel laut, pusat data, cloud, sistem identitas digital, hingga teknologi kecerdasan buatan dinilai sebagai bagian dari medan strategis yang perlu dijaga.
Nezar mengutip laporan Global Cyber Security Outlook 2026 yang mencatat peningkatan sekitar 34 persen serangan ransomware bermotif geopolitik sepanjang 2025, dengan sasaran utama sektor kritis dan infrastruktur digital.
Untuk itu, pemerintah terus memperkuat peran Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) guna memastikan perlindungan data warga, menjaga layanan publik tetap berjalan, serta memastikan ruang digital Indonesia tetap berada dalam kendali nasional.