Kisah Gina, Pelukis Disabilitas Berprestasi Tingkat Nasional
- 26 Agt 2025 00:36 WIB
- Sumenep
KBRN Sumenep : Banyak orang menganggap keterbatasan sebagai penghalang. Tapi bagi Ginaya Haifa Putri, keterbatasan justru menjadi sumber kekuatannya.
Meski ditakdirkan mengalami gangguan pendengaran sejak lahir, siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Cinta Ananda ini dianugeragi potensi luar biasan, yang tidak dimiliki orang lainnya. Ia memiliki kemampuan dalam melukis, bahkan potensinya ini mampu membawanya ke panggung nasional.
Sejak kecil. Gina menunjukkan ketertarikannya pada gambar dan warna. Ia gemar mewarnai hingga ke pinggir-pinggir gambar, menunjukkan ketelitian dan ketekunan dalam melukis
Menurut sang ibu, Dwi Septiningrum, bakat Gina muncul dari kemauannya sendiri. Dirinya hanya memfasilitasi dengan membelikan crayon, buku gambar, hingga meja gambar.
“Gina memang kemauannya sendiri. Dia belajar secara otodidak, banyak melihat dari YouTube dan media sosial. Tidak pernah ikut les khusus,” jelasnya.
Meski tanpa bimbingan formal, Gina terus mengasah kemampuannya. Sejak TK ia mulai mengikuti lomba tingkat sekolah, kemudian berkembang hingga SMP berhasil menembus kompetisi tingkat nasional tahunan yang sering digelar oleh Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR).

salah satu karya dari Ginaya Haifa Putri dalam Lomba Kompetisi Siswa (LKS) Disabilitas tingkat Nasional (Foto: RRI/Narasumber).
Puncak prestasi diraih pada Mei 2025 lalu, saat Gina menyabet juara pertama Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Disabilitas bidang kecantikan tingkat Jawa Timur. Sebelumnya, ia juga menorehkan juara satu tingkat Kabupaten Sumenep, lalu melaju hingga tingkat nasional meski belum masuk tiga besar.
“Harapan kami, Gina bisa terus mengembangkan bakatnya, baik di bidang seni maupun rias. Selain itu, ia juga sedang menekuni olahraga panahan. Semoga bisa menjadi jalannya untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” ungkap sang ibu penuh harap.
Selain aktif dalam dunia seni, Gina baru saja mengikuti kegiatan Jambore Nasional selama sepekan, membuktikan bahwa semangatnya tidak hanya di bidang seni, tetapi juga olahraga dan organisasi.
Kisah Gina menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi. Dengan dukungan keluarga dan semangat belajar mandiri, ia mampu mengharumkan nama Sumenep di tingkat provinsi hingga nasional.
Untuk itu, Ia juga berkesempatan bersama lukisannya tampil dalam acara program Kita Indonesia yang digelar RRI Sumenep, Sabtu (23/8/2025), di Universitas Bahauddin Mudhari (Uniba) Madura. Dalam acara tersebut, Budayawan Nasional D. Zawawi Imron juga hadir dan membacakan puisi.