Krupuk Renyah Jadi Primadona Ramadan Berhujan

  • 04 Mar 2026 11:05 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Hujan deras yang kerap mengguyur Kabupaten Sumenep sepanjang Ramadan 1447 H tahun ini tak menyurutkan semangat warga menjalani ibadah puasa. Di tengah cuaca yang dingin dan basah, camilan renyah justru menjadi teman setia saat berbuka maupun sahur. Salah satu yang paling diburu adalah krupuk.

Di Pasar Bluto, Sumenep, lapak-lapak penjual krupuk nyaris tak pernah sepi pembeli. Sejak pagi, warga silih berganti datang memilih aneka krupuk yang tersusun rapi dalam kemasan plastik bening. Aroma gurihnya seolah menggoda siapa saja yang melintas di lorong pasar.

Aliya, salah seorang warga, Rabu 3 maret 2026, mengaku hampir setiap pekan membeli krupuk di pasar tersebut. Menurutnya, selain rasanya enak, pilihan jenisnya pun beragam dengan harga yang terjangkau.

“Saya sangat suka membeli krupuk di sini, karena selain murah, bentuk dan rasanya beragam,” ujarnya.

Ia menilai membeli krupuk matang lebih hemat dibandingkan menggoreng sendiri di rumah. Harga minyak goreng yang relatif mahal menjadi pertimbangan tersendiri. Dengan membeli di pasar, ia bisa langsung menikmati krupuk tanpa perlu repot dan mengeluarkan biaya tambahan.

“Harganya sangat terjangkau, Rp9.000 sudah dapat 12 bungkus krupuk. Padahal harga normalnya bisa sampai Rp12.000,” katanya.

Sementara itu, Sitti, salah seorang pedagang krupuk, mengatakan dirinya rutin berjualan di dua pasar berbeda. Setiap Sabtu ia membuka lapak di Pasar Bluto mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Sedangkan pada hari lainnya, ia berjualan di Pasar Saronggi sejak pukul 05.00 hingga 06.30 WIB.

Dalam sehari, tak kurang dari 10 ragam krupuk ia jajakan. Mulai dari krupuk ikan, krupuk udang, krupuk bawang, krupuk singkong, hingga krupuk peyeum, semuanya laris diserbu pembeli.

Ramadan yang identik dengan kebersamaan dan hidangan khas berbuka membuat krupuk sederhana seolah naik kelas menjadi primadona. Di tengah rintik hujan yang turun hampir setiap hari, bunyi kriuk krupuk menghadirkan kehangatan tersendiri di meja makan warga.

Rekomendasi Berita