Kelola Keuangan di Bulan Ramadan dengan Lebih Bijak

  • 14 Feb 2026 17:43 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Ramadan sering meningkatkan pengeluaran rumah tangga karena tradisi belanja pangan dan konsumsi selama berbuka puasa. Banyak keluarga tidak siap sehingga anggaran cepat membengkak. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perencanaan anggaran bulanan sangat penting agar tidak overbudget di akhir Ramadan.

Penelitian oleh Financial Planning Standards Board (FPSB) menunjukkan keluarga yang membuat daftar belanja cenderung lebih hemat. Belanja impulsif sering terjadi saat melihat promo besar di pasar dan aplikasi belanja online. American Psychological Association menyatakan pengendalian diri penting untuk menghindari pembelian tak perlu.

Gunakan daftar belanja agar fokus pada kebutuhan utama. Metode cashless memudahkan catatan pengeluaran. Jangan lupa untuk menyisihkan dana sedekah tanpa mengganggu kebutuhan pokok, meski tabungan darurat tetap penting selama Ramadan.

Literasi keuangan membantu keluarga menjalani Ramadan lebih tenang. Pengelolaan bijak mencegah kondisi overbudget setelah Lebaran. Studi pada Journal of Consumer Research menemukan batas anggaran membuat konsumen lebih disiplin dalam belanja, sehingga keluarga disarankan menetapkan batas maksimal pengeluaran harian, ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan anggaran.

Batasi frekuensi buka bersama di luar rumah, karena seringkali menjadi salah satu penyebab utama pengeluaran membengkak, memasak sendiri untuk kebutuhan sahur dan berbuka tidak hanya lebih sehat dan higienis , namun juga menghindari pemborosan. Pisahkan THR dari gaji bulanan. Alokasikan untuk zakat fitrah, THR pekerja, hantaran, dan mudik.

Sebisa mungkin hindari berutang untuk keinginan konsumtif seperti baju baru atau gadget. Dengan menerapkan strategi ini, keuangan selama Ramadhan akan tetap stabil, berkah, dan siap menghadapi kebutuhan pasca Lebaran.

Rekomendasi Berita