Saat Gaji Datang, Tabungan Gen Z Hilang

  • 27 Jul 2025 20:11 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Fenomena anak muda yang kesulitan menabung meski sudah bekerja bertahun-tahun kembali menjadi sorotan. Ramai di media sosial, warganet menyoroti gaya hidup kalangan Gen Z yang disebut lebih mementingkan pencitraan "sukses" ketimbang mencapai kebebasan finansial.

Sebagian besar penghasilan mereka, menurut pengamatan warganet, habis untuk healing, self-reward, dan cicilan. Alhasil, tabungan pun nihil, meski masa kerja sudah cukup panjang.

Hedonisme dan Salah Paham soal Self-Reward

Perencana keuangan Andy Nugroho menilai fenomena ini mengkhawatirkan, namun bukan hal baru. Menurutnya, banyak anak muda terjebak dalam gaya hidup konsumtif demi pencitraan.

"Keinginan untuk terlihat mapan mendorong mereka membeli hal-hal simbolik seperti liburan mewah atau barang bermerek, padahal secara keuangan belum sanggup," ujarnya.

Ia juga menyoroti salah kaprah dalam memaknai self-reward. Alih-alih memberi penghargaan pada diri setelah mencapai target keuangan, self-reward justru dijadikan pembenaran untuk belanja impulsif tanpa perhitungan matang.

Beban Sandwich Generation

Namun, tak semua kasus bisa dipukul rata. Banyak anak muda juga harus menanggung kebutuhan keluarga sebagai bagian dari sandwich generation. Dalam kondisi seperti ini, menurut Andy, menabung memang jadi lebih sulit karena prioritas finansialnya terbagi untuk orang tua, adik, bahkan anak.

"Situasi ini membuat mereka tidak punya ruang untuk memikirkan keuangan pribadi," ungkapnya.

Solusi: Mulai dari Langkah Kecil

Perencana Keuangan Lusiana Darmawan dari OneShildt menawarkan beberapa solusi konkret agar Gen Z bisa perlahan membangun kebiasaan menabung.

  1. Buat catatan pemasukan dan pengeluaran.

    Pahami alur uang yang masuk dan keluar. Tentukan nominal realistis untuk ditabung tiap bulan dan prioritaskan itu sebelum membelanjakan sisanya.

  2. Self-reward boleh, tapi setelah punya dana darurat.

    Jangan langsung habiskan gaji untuk bersenang-senang. Pastikan punya simpanan dana darurat yang bisa menopang saat kondisi tak terduga datang.

  3. Mulai belajar investasi.

    Menurut Lusiana, masa muda adalah waktu terbaik untuk mulai berinvestasi dan merancang tujuan keuangan jangka pendek hingga panjang.

“Kalau kamu tahu apa yang kamu kejar secara finansial, setiap rupiah yang kamu simpan terasa lebih berarti,” kata Lusiana.

Mendapatkan gaji bukan hanya soal memenuhi gaya hidup, tetapi juga tanggung jawab membangun masa depan. Gen Z sebenarnya punya banyak potensi karena usia masih muda dan waktu masih panjang. Tantangannya adalah: berani tidak untuk melawan arus budaya instan dan tampil wah demi tabungan yang sehat?

Rekomendasi Berita