Pelayanan Digital Ala Kampus, Dari Mahasiswa untuk Masyarakat

  • 05 Mar 2026 10:10 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Pelayanan digital ala kampus merupakan bentuk kontribusi nyata Perguruan Tinggi dalam membantu masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Mahasiswa bukan sekedar belajar teori di kelas saja tetapi bagaimana ilmu yang telah dipelajari dalam perkuliahan dapat diterapkan untuk mengatasi berbagai permasalahan seputar digitalisasi di masyarakat.

Menurut Ketua Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wiraraja Sumenep, Moh. Baqir Ainun, melalui program pengabdian pada masyarakat, mahasiswa turun ke lapangan membantu para UMKM membuat pembukuan secara digital. Selain itu juga memberikan pendampingan online supaya UMKM tersebut bisa terus survive serta membantu Desa membuat sistem aplikasi berbasis digital.

Baqir menjelaskan, melalui pelayanan digital ala Kampus ini diharapkan Kampus dapat menjadi mitra masyarakat untuk memberikan solusi yang berbasis teknologi. Selain itu, sudah banyak bukti nyata dimana pelayanan digital ala Kampus ini dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Baqir mencontohkan, pendampingan yang membantu UMKM membuat aplikasi pembukuan secara digital. Hal ini sangat membantu para UMKM yang sebelumnya mencatat seluruh pembukuan secara manual terkait usahanya, kini dapat lebih mudah dengan adanya aplikasi pembukuan secara digital. Hal ini penting untuk mengetahui dan mengalisis apalah usaha mereka stagnan ataukah berkembang, untuk atau rugi dan sebagainya.

Sebagai wujud komitmen dari Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya adalah memberikan pelayanan pada masyarakat secara digital, telah banyak contoh nyata yang telah dilakukan oleh pihak kampus. Yang terbaru, salah satunya dalam progam Kosa Bangsa. Kampus membantu masyarakat membuat aplikasi berbasis android terkait pemesanan paket wisata Pantai di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Diharapkan dengan adanya aplikasi tersebut dapat menarik wisatawan yang datang dan menambah angka kunjungan wisata serta menaikkan pendapatan sektor wisata di daerah tersebut. Hal ini tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi digital di era sekarang, pihak Kampus melakukan beberapa strategi. Diawali dengan diskusi bersama masyarakat, UMKM serta perangkat Desa di daerah tersebut. Setelah mendapatkan persetujuan dari masyarakat, barulah Kampus melanjutkan dengan memberi pelayanan serta pendampingan digital.

Meski demikian, Baqir mengatakan terdapat tantangan dalam melaksanakan program pelayanan digital ala Kampus ini. Tantangan terberat adalah tingkat literasi digital dari masyarakat yang minim dan belum merata terutama di daerah pelosok. Masyarakat belum bisa memanfaatkan teknologi digital dengan baik, masih merasa takut terhadap kemajuan teknologi. Tantangan selanjutnya adalah akses jaringan internet di daerah yang masih belum stabil dan merata.

Baqir berpesan, transformasi digital bukan tentang mengganti manusia dengan teknologi tetapi tentang memberdayakan manusia melalui teknologi. Untuk itu masyarakat tidak perlu takut pada digitalisasi, karena pada akhirnya Kampus tidak hanya mencetak Sarjana tetapi juga mencetak agen perubahan. Pelayanan Digital ala Kampus merupakan wujud nyata kolaborasi mahasiswa untuk masyarakat.

Rekomendasi Berita