Hati - Hati Modus Penipuan Lewat Panggilan Telepon!

  • 23 Jul 2024 06:42 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep : Sejumlah pengguna handphone diresahkan dengan adanya teror panggilan terus menerus. Panggilan itu berisi tagihan pinjaman untuk dibayarkan, mengatakan jika kontak korban dijadikan sebagai kontak darurat, meminjam uang hingga meminta transfer. Masyarakat yang nyatanya tidak punya pinjaman online (pinjol) atau tidak mengenal orang tersebut tentu merasa terganggu.

Salah satu warga Sumenep korban panggilan ini, RF (40) mengaku terganggu dan dirugikan. Ia mengaku tidak punya pinjol tapi ditagih oleh panggilan itu secara bertubi – tubi hingga terjadi kebocoran data berupa KTP yang disebarkan.

“Sungguh ini meresahkan, jika saya ada pinjaman mungkin bisa saja saya menerima ini, masalahnya saya tidak ada pinjaman apapun sudah ditagih sebesar 1.8 juta di aplikasi yang jelas tidak ada di playstore," ujarnya kepada RRI, Senin (22/7/2024).

Korban lainnya, BN (30) juga meluapkan kemarahannya karena terus – terusan diteror telepon asing. Menurutnya, telepon tersebut mengatasnamakan pinjaman di salah satu aplikasi dan menginformasikan jika kontaknya dijadikan kontak darurat.

"Kok aneh ada telpon baru yang terus - terusan nelpon saya, jika diangkat mengatakan nomor saya di jadikan kontak darurat oleh nama yang jelas saya tidak kenal. Bingung iya, sempat tanya teman dan akhirnya suruh blokir nomor – nomor yang spam ke nomor saya untuk menghindari pencurian data," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang ibu rumah tangga YN, mengaku mendapatkan telpon yang menggunakan Display Picture ( DP ) teman sekolahnya yang mengatakan mau pinjam uang sebentar karena tidak bisa ke ATM. Menurutnya modus ini muncul sejak Minggu (21/07/2024).

Sebaiknya jangan angkat telpon asing untuk menghindari scam atau Voice Phising (merekam suara menggunakan AI). Berikut beberapa cara untuk menghindarinya :

1. Jangan mengangkat telpon asing atau tidak dikenal.

2. Lakukan pengaturan Whatsapp ke fitur bisukan penelpon tidak dikenal, matikan 'profil bisa dilihat siapa saja', gunakan akses hanya kontak yang bisa melihat profil atau Display Picture, matikan laporan di baca di WhatsApp.

3. Menggunakan aplikasi Voice Changer atau aplikasi sejenis untuk menghindari Voice Phising.

4. Beritahu teman atau saudara jika kontak anda atau data pribadimu disalahgunakan, melalui story atau broadcast Whatsapp.

Rekomendasi Berita