Benarkah Air Hujan Bisa diminum?
- 07 Nov 2025 11:09 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Musim hujan yang mulai turun di berbagai daerah membawa kesejukan dan suasana segar. Namun, di balik itu muncul pertanyaan yang kerap menjadi perbincangan masyarakat: apakah air hujan sebenarnya aman untuk diminum?
Secara ilmiah, air hujan terbentuk dari proses penguapan air laut, danau dan sungai yang mengalami kondensasi sebelum kembali turun ke permukaan bumi. Pada tahap awal, air hujan tergolong murni karena tidak mengandung garam atau mineral terlarut. Namun, kualitasnya dapat berubah saat melewati lapisan atmosfer dan menyerap berbagai partikel polutan, seperti debu, asap kendaraan serta zat kimia dari aktivitas industri.
Kondisi tersebut membuat air hujan berpotensi mengandung mikroorganisme dan bahan kimia berbahaya jika dikonsumsi tanpa pengolahan terlebih dahulu. Karena itu, para ahli menyarankan agar air hujan tidak diminum secara langsung tanpa proses penyaringan dan perebusan.
Dalam laman resminya, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa meskipun air hujan tampak bersih, air tersebut dapat mengandung kuman dan bahan kimia yang dapat membuat sakit. CDC juga menambahkan bahwa masyarakat yang mengumpulkan air hujan perlu memastikan kualitasnya sesuai dengan tujuan penggunaan.
Selain itu, CDC menegaskan kualitas air hujan yang dikumpulkan sangat bergantung pada cara penampungan dan penyimpanan. Wadah yang tidak higienis berpotensi menjadi sumber kontaminasi.
Dengan pengelolaan yang baik, air hujan tetap dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif, terutama di wilayah dengan udara bersih. Proses penjernihan dan perebusan menjadi langkah penting untuk memastikan air tersebut aman digunakan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian. (MELLY)