Pertamina Patra Niaga Klarifikasi Sejumlah Hoaks BBM
- 26 Sep 2025 18:28 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: PT Pertamina Patra Niaga mengeluarkan klarifikasi terkait beredarnya sejumlah informasi tidak benar atau hoaks yang berkaitan dengan kebijakan bahan bakar minyak (BBM) dan layanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Perusahaan meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bahwa hoaks yang tersebar di berbagai platform digital berpotensi menimbulkan keresahan publik dan mencemarkan nama baik institusi negara, termasuk Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) serta pemerintah.
"Pertamina Patra Niaga menilai perlu untuk memberikan penjelasan agar masyarakat tidak salah memahami situasi di lapangan,” kata Roberth dalam keterangannya, Jumat (26/9/2025).
Sejumlah informasi hoaks yang diklarifikasi antara lain, pembatasan pengisian BBM hingga tujuh hari untuk mobil dan empat hari untuk motor serta larangan pengisian bagi pemilik kendaraan yang menunggak pajak dinyatakan tidak benar.
"Penyaluran BBM subsidi tetap mengacu pada ketentuan pemerintah dan menggunakan mekanisme yang berlaku untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran," jelasnya.
Berikutnya ialah video kebakaran SPBU yang dikaitkan dengan kebijakan pembatasan BBM adalah informasi keliru. Video yang beredar merupakan dokumentasi lama dari insiden di Aceh pada tahun 2024, dan tidak terkait dengan kebijakan terkini.
"Ada juga isu keributan di SPBU Lumajang, yang disebut sebagai aksi warga akibat kelangkaan BBM, juga merupakan hoaks. Peristiwa sebenarnya adalah kerumunan warga yang berteduh di area SPBU akibat hujan deras saat kegiatan karnaval di Desa Sentul, Lumajang, pada 17 September 2025. Tidak terjadi penjarahan maupun kerusakan," tegas Roberth.
Pertamina Patra Niaga mengingatkan masyarakat terhadap bentuk hoaks lain seperti informasi rekrutmen fiktif, kabar mobil tangki Pertamina mengisi BBM di SPBU swasta, dan informasi palsu mengenai harga BBM.
Roberth mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi resmi hanya melalui kanal yang telah disediakan, seperti Pertamina Call Center 135 atau akun media sosial resmi perusahaan.
"Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar sesuai regulasi pemerintah," ucap Roberth.