ESDM Provinsi Jawa Timur Kunjungi Lokasi Semburan Air di Sumenep

  • 12 Mar 2025 23:52 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep : Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur dan SKK migas mendatangi lokasi sumur bor yang mengeluarkan semburan air setinggi 15 meter dan berbau gas di Dusun Paojajar, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura.

"Kedatangan Tim dari Surabaya ini melakukan tes kandungan gas di tempat semburan,” ujar Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, Rabu (12/3/2025).

Dari hasil tes di lokasi, air semburan sumur tersebut mengandung gas metan yang tidak beracun. Akan tetapi, dikarenakan kandungan gas di atas limit, maka berpotensi terbakar jika terkena sumber api.

"Hasil uji kandungan gas yang dilakukan tadi, kandungan gas metan di air sumur itu terlalu tinggi, sehingga air tidak bisa digunakan sebagai sumber air bersih,” ujarnya menambahkan.

Saat ini semburan air sudah berhenti dan lokasi semburan ditutup. Dinas ESDM Jawa Timur dan SKK Migas telah mengambil sampel air sumur sebagai bahan melakukan tes ulang untuk penelitian lebih lanjut.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Paojajar, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, dihebohkan dengan sumur bor di wilayah tersebut yang tiba-tiba mengeluarkan semburan air setinggi 15-20 meter disertai bau gas, namun tidak ada nyala api.

Pengeboran sumur di lahan milik almarhum Sabura itu sebenarnya telah dimulai sejak Juni 2024, menggunakan alat bor milik perangkat desa setempat. Sumur dengan kedalaman 56 meter itu dibuat dengan tujuan pengairan sawah, dengan menggunakan 15 casing paralon berukuran 4 dim.

Rekomendasi Berita