Agama dan Kemanusiaan: Dua Nilai yang Tak Terpisahkan
- 10 Mar 2026 10:44 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Agama dan kemanusiaan sering dipandang sebagai dua hal yang berbeda. Padahal, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat dalam kehidupan manusia. Nilai agama justru menjadi landasan penting dalam membangun sikap kemanusiaan.
Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Sumenep, Ilham Rizqon Sabari, menjelaskan bahwa agama dan kemanusiaan pada dasarnya merupakan satu kesatuan. Ia menilai anggapan yang mempertanyakan mana yang lebih dahulu, agama atau kemanusiaan, sebenarnya merupakan dilema yang keliru.
Menurutnya, agama khususnya Islam diturunkan dengan sifat yang fungsional dalam kehidupan manusia. Agama berperan sebagai kompas atau sumber nilai yang memberikan arah dan pedoman dalam menjalani kehidupan.
Sementara itu, kemanusiaan merupakan jalan atau medan perjuangan dalam menerapkan nilai-nilai tersebut. Artinya, nilai-nilai agama tidak berhenti pada keyakinan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sosial.
Ilham menegaskan bahwa seseorang yang beragama secara otomatis akan membela hak-hak kehidupan manusia. Nilai-nilai keadilan, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama merupakan bagian dari praktik beragama itu sendiri.
Lebih luas lagi, hubungan antara agama dan kemanusiaan tidak hanya terbatas pada relasi antarmanusia. Nilai agama juga mengatur bagaimana manusia berhubungan dengan alam dan lingkungan sekitarnya.
Mulai dari menjaga pepohonan hingga memperlakukan tempat-tempat umum dengan baik, semuanya telah diatur dalam ajaran agama. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab manusia tidak hanya kepada sesama, tetapi juga kepada alam.
Dengan demikian, agama bukan sekadar tentang keyakinan kepada Tuhan. Agama juga mengajarkan bagaimana manusia menjaga hak-hak kehidupan bersama serta merawat dunia yang menjadi tempat hidup bersama.