Panen Demplot Jagung Perdana Perkuat Ketahanan Pangan Saronggi
- 18 Feb 2026 11:06 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID,Sumenep - Upaya mendukung program swasembada pangan nasional terus digencarkan di berbagai daerah. Salah satunya dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Suka Maju, Dusun Semtani, Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, yang menggelar panen demplot jagung varietas Bio Seed B59.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur Polsek Saronggi, BPP Saronggi, serta perwakilan poktan se-Kecamatan Saronggi. Hadir dalam kesempatan itu Kapolsek Saronggi AKP Edy Hariyanto, Ketua BPP Saronggi Bahtiar Yuliayanto beserta penyuluh pertanian lapangan (PPL), Ketua Poktan Kecamatan Saronggi A. Zaini, serta perwakilan manajemen K-Link Bioboost dan As Humaf (pupuk hayati) Prasat–Bio Seed B59 Surabaya, Hendro Setiawan.
Ketua Poktan Kecamatan Saronggi, A. Zaini, dalam sambutannya menyampaikan bahwa demplot tersebut menjadi percontohan sebelum panen raya berikutnya. Ia menjelaskan, benih jagung Bio Seed B59 dikenal sebagai varietas unggulan yang relatif tahan hama, dengan kebutuhan modal tanam yang setara dengan benih lain, namun mampu meningkatkan hasil produksi dan kualitas panen.
Kapolsek Saronggi, AKP Edy Hariyanto, menegaskan bahwa panen jagung ini merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan dan swasembada pangan nasional. Menurutnya, penggunaan benih unggulan yang baru pertama kali ditanam di Kecamatan Saronggi diharapkan mampu mendongkrak produktivitas petani dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan manajemen K-Link Bioboost dan As Humaf, Hendro Setiawan, menyebut pihaknya membawa dua program utama ke lapangan. Pertama, memperkenalkan benih jagung Bio Seed B59 sebagai varietas unggulan. Kedua, melakukan pembenahan dan perawatan tanah melalui pemanfaatan pupuk hayati, sehingga tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga konservasi lahan dan menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan panen jagung secara simbolis, foto bersama, serta pengukuran hasil produksi menggunakan metode ubinan seluas 2,50 x 2,50 meter. Dari luasan tersebut diperoleh 37 tongkol jagung dengan berat 9,59 kilogram. Jika dikonversikan, hasilnya mencapai sekitar 15.344 kilogram per hektare.
Hasil ini menjadi indikator awal bahwa varietas Bio Seed B59 berpotensi memberikan produktivitas tinggi di wilayah Saronggi. Para petani pun berharap keberhasilan demplot tersebut dapat direplikasi secara lebih luas pada musim tanam berikutnya, sebagai langkah konkret menuju kemandirian pangan di tingkat daerah maupun nasional. (KIM/HD)