Penyuluh Pertanian BPPSDMP Dampingi Serap Gabah di Dasuk
- 13 Feb 2026 14:28 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Kegiatan serap gabah kembali dilaksanakan di Kabupaten Sumenep, kali ini berlangsung di Kecamatan Dasuk, tepatnya di Desa Slopeng. Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan setelah sebelumnya serap gabah dilakukan di Kecamatan Ambunten, sekaligus menjadi panen perdana di wilayah Kecamatan Dasuk pada musim tanam tahun ini.
Serap gabah di Desa Slopeng dilakukan dengan pendampingan dari TNI dan Penyuluh Pertanian, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas produksi dan penyerapan hasil panen petani. Hingga saat ini, progres serap gabah di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 28 ton gabah kering panen (GKP), dengan kontribusi Desa Slopeng sebesar 7,5 ton GKP.
Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI Wilayah Kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih mengatakan, kegiatan serap gabah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Untuk Kecamatan Dasuk, ini merupakan panen perdana yang langsung kita lakukan serap gabah. Kami melakukan pendampingan bersama TNI dan penyuluh pertanian agar proses panen dan penyerapan berjalan optimal,” ujar Dewo Ringgih, Jumat 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan, target serap gabah di wilayah kerja Kabupaten Sumenep mencapai 344 ton setara beras dan diharapkan dapat terpenuhi sesuai rencana.
“Target kita sebesar 344 ton setara beras. Dengan progres hari ini sekitar 28 ton GKP, kami optimistis target tersebut bisa tercapai, terutama jika panen di kecamatan lain berjalan sesuai jadwal,” ujarnya menjelaskan.
Dewo Ringgih menambahkan, pendampingan yang dilakukan bertujuan memastikan kualitas gabah, harga yang layak bagi petani, serta kelancaran distribusi hasil panen.

“Pendampingan ini penting agar petani mendapatkan kepastian harga dan hasil panen terserap dengan baik. Ini juga bagian dari strategi menjaga stok pangan nasional,” ucapnya.
Kegiatan serap gabah ini diharapkan dapat terus berlanjut di berbagai kecamatan lain di Kabupaten Sumenep, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani