Saatnya Kita Panen Matahari
- 17 Agt 2026 21:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia telah membuka ladang panel surya terbesar di Purwakarta, Jawa Barat, dengan dukungan kerjasama dengan Uni Emirat Arab.
- PLTS Purwakarta dan PLTS Terapung Cirata ditargetkan berkapasitas total 100 gigawatt sebagai bagian dari ekspansi energi terbarukan nasional.
- Indonesia memiliki potensi energi surya yang melimpah dengan paparan sinar matahari 6-8 jam per hari dan lahan yang luas tersedia di berbagai lokasi strategis.
.
Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)
BARU saja kita membuka ladang panel surya terbesar di Purwakarta, Jawa Barat. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini melengkapi fasilitas sejenis yang sudah beroperasi di PLTS Terapung Cirata juga di Jawa Barat kerjasama dengan Uni Emirat Arab. Kedua PLTS itu ditargetkan berkapasitas 100 gigawatt (GW). PLTS lainnya terdapat di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, terhampar di lahan seluas 29 hektare dan berkapasitas 21 MWp. Ada lagi PLTS Sei Mangkei di Sumatera Utara kapasitas 2 MWp, dan PLTS Batam di Kepulauan Riau.
Betapa melimpahnya pancaran matahari di negeri khatulistiwa ini yang bisa dipanen cuma-cuma. Setiap hari tak kurang 6-8 jam nonstop, sekalipun di musim penghujan. Kita juga memiliki banyak bentangan luas yang subur sebagai lokasi ladang panel surya, danau-danau, bendungan, lembah, bahkan atol yang terlindung teluk. Selain cahaya matahari, tiupan angin, dan arus laut juga bisa ditangkap sebagai sumber energi baru.
| Baca juga: Malaysia Ingin Rebut ‘Ibu Kota Durian’ Asia |
Potensi energi surya itu luar biasa, mencapai 3.295 GW yang hingga saat ini, kita baru termanfaatkan 270 MW. Jangka pendek puluhan gigawatt PLTS terus dibangun untuk menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang kurang efisien. Setiap desa juga didorong memiliki PLTS mandiri berkapasitas sekitar 1 MW.
Capaian ini janganlah buru-buru dibandingkan dengan ladang panel surya terbesar dunia “Bhadla Solar Park” di Rajasthan, India yang berkapasitas 2.245 MW. Panelnya terbentang di atas lahan 14 ribu hektar. Terbesar kedua “Huanghe Hydropower Hainan Solar Park” berada di Qinghai, Tiongkok, berkapasitas 2.200 MW, disusul “Pavagada Solar Park” di Karnataka, India berkapasitas 2.050 MW dan “Benban Solar Park” di Mesir kapasitas 1.650 MW.
India-Tiongkok Terbesar
Secara global ladang surya seluas 14.000 hektar di Taman Surya Bhadla India adalah terbesar (2.245 MW) di dunia hingga saat ini. Sedikit mengungguli Hainan di Provinsi Qinghai, Tiongkok berkapasitas 2.200 MW dikembangkan perusahaan utilitas milik negara Huanghe Hydropower Development, beroperasi sejak September 2020. Pembangkit nomor tiga adalah 2.050 MW di lahan seluas lebih dari 13.000 hektar, dikembangkan Karnataka Solar Park Development Corporation Limited (KSPDCL) dan National Thermal Power Corporation (NTPC).
Sedangkan Mesir mengembangkan tenaga surya melalui Taman Surya Benban, berkapasitas 1.650 MW, terbesar di Afrika dan terbesar keempat di dunia. Proyek ini dimiliki Otoritas Energi Baru dan Terbarukan (NREA), selesai pada November 2019.
Tiongkok masih punya proyek serupa di Taman Surya Gurun Tengger, menghasilkan 1.547 MW. Paling menakjubkan ladang suryanya seluas 1.200 km persegi dari total luas Gurun Tengger mencapai 36.700 km persegi.
Proyek yang dimiliki oleh China National Grid dan Zhongwei Power Supply Company ini mulai beroperasi pada tahun 2017 dan kini memasok energi surya untuk lebih dari 600.000 rumah. Tongkok masih menyimpan ladang terbarunya di Datong Top Runner Base yang masih dalam tahap pembangunan. Kelak akan menjadi salah satu terbesar di dunia dalam hal kapasitas mencapai 1,07 GW. Tambahan 600 MW sedang ditambahkan untuk mencapai total kapasitas 3 GW.
India tak mau kalah, menyiapkan pembangkit NP Kunta Ultra Mega Solar Park, yang akan menghasilkan 978 MW di area seluas 32 kilometer persegi. Total kapasitas yang direncanakan 1.500 MW. Target India ini pun disambut Tiongkok yang membangun taman surya Bendungan Longyangxia, berkemampuan 850 MW. Pembangunannya diselesaikan dalam beberapa fase, dimulai 320 MW tahun 2013. Ladang surya ini bekerja bersamaan dengan pembangkit listrik tenaga air yang terletak di lokasi sama.
Dari daratan benua Amerika tercatat Meksiko mengembangkan Taman Surya Villanueva, Meksiko menghasilkan 828 MW. Berada di negara bagian Coahuila, proyek ini diselesaikan Enel Green Power sebuah unit korporasi Meksiko dari perusahaan Italia, Enel Green Power.
Akan halnya Amerika Serikat juga termasuk dalam daftar ladang surya besar di dunia ini. Fasilitas Surya Copper Mountain di Boulder City, Nevada, dikembangkan oleh Sempra Generation dan pertama kali beroperasi pada Desember 2010, menjadi pembangkit listrik tenaga surya terbesar di AS dengan kapasitas 58 MW.
Pembangkit Sampah
Indonesia disebut memiliki peluang menjadi pemimpin dalam transisi energi di tingkat regional dan global. Namun untuk mewujudkannya, diperlukan optimalisasi dalam perencanaan penyediaan tenaga listrik yang lebih bersih dan andal.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan Proyek PLTS Ground-Mounted 100 MWp di Purwakarta dapat diselesaikan hanya 7 bulan. Ini kolaborasi dari berbagai pihak dengan tujuan mengakselerasi transisi energi di Indonesia menuju Net Zero Emission. PLN tidak bisa sendiri dalam menghadapi tantangan energi ke depan.
Direktur Utama PT. Aruna Hijau Power Adi Dharmanto selaku pengembang memastikan potensi energi surya di Purwakarta ini ditangkap 160 ribu panel PV dan menghasilkan energi 150 GWh per tahun, atau setara berkurangnya emisi karbon sebesar 118.725 ton CO2.
PT Aruna bekerja sama dengan PT PLN (Persero) sebagai pemasok listrik Tata Jabar Sejahtera (TJS) dan PLN Batam, serta PT Besland Pertiwi sebagai pemilik lahan proyek. Kerja sama antara PLN Batam dan PT Aruna menggunakan entitas PT Aruna Hijau Power (AHP), dengan kepemilikan saham Aruna 80 persen dan PLN Batam 20 persen.
Penggunaan 160 ribu modul panel surya dengan kapasitas masing-masing modul 630 Wp, merupakan pertama di Indonesia. Modul ini menggunakan teknologi bifacial yang dapat meningkatkan efisiensinya. Total inverternya berjumlah 240 unit, dipasang di lima lokasi berbeda dengan total luas lahan 80 hektar lebih menjadikannya PLTS terbesar di Indonesia.
Mungkin kita sedikit terlambat memanfaatkan matahari dan angin yang berlimpah, untuk menggantikan pembangkit listrik kita yang rata-rata masih digerakkan batu bara. Kekayaan energi nasional sesungguhnya juga tersimpan di panas bumi, arus deras sungai, arus bolak-balik laut di ratusan selat, bahkan di tumpukan sampah. Biarpet listrik di Jawa kemarin jelas mencemaskan jika penyebabnya hanyalah rekayasa non-teknis, alasan terlambat memasok batu bara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....