Spanyol Unggul Taruhan dan Nilai Pasar Pemain
- 20 Jul 2026 11:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenangan Spanyol ternyata sudah diyakinkan oleh pasar taruhan di luar lapangan bola.
- Pasar prediksi ‘Polymarket’ mencatat volume pertaruhan untuk final Piala Dunia 2026 telah mencapai USD4,27 miliar atau sekitar Rp77 triliun menjelang laga puncak.
- Total nilai pasar pemain Spanyol mencapai 1,22 miliar euro, sementara Argentina 807 juta euro.
.
Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)
PADA akhirnya lagu klasik ‘Don’t Cry Argentina’ kembali terdengar. Lagu yang dirilis 12 November 1976 itu awalnya dinyanyikan Julie Covington, tetapi Madonna membuatnya lebih mendunia lewat film musical Evita pada 1996. Sejatinya lagu ini berkisah tentang harapan Eva Peron (Evita) istri Presiden Argentina, Juan Peron, tentang rakyatnya yang ditinggalkan setelah Eva tutup usia.
Senin pagi tadi 20 Juli 2026, pasukan Argentina kembali direnggut lagu ini. Jangan menangis meski harus ‘kalah segalanya’ dari juara Eropa, Spanyol yang dimotori Lamine Yamal, bayi yang pernah ditimang Lionel Mesi. Argentina tetap menjadi kebanggaan Amerika Latin di saat bintang Brasil sedang meredup.
Kemenangan Spanyol ternyata sudah diyakinkan oleh pasar taruhan di luar lapangan bola. Pasar prediksi ‘Polymarket’ mencatat volume pertaruhan untuk final Piala Dunia 2026 telah mencapai USD4,27 miliar atau sekitar Rp77 triliun menjelang laga puncak. Di sini Spanyol paling diunggulkan dengan peluang menang 58,4%, sementara Argentina berada 41%.
Catatan New York Times final Argentina vs Spanyol melejitkan taruhan lebih USD5,55 miliar di dua platform prediction market terbesar, Kalshi dan Polymarket. Saat ini akses ke platform Polymarket telah dibatasi Pemerintah Indonesia sejak Mei 2026, terkait aktivitas perjudian online.
Piala Dunia menjadi pendorong utama pertumbuhan industri prediction market yang dalam beberapa bulan terakhir berkembang pesat. Platform-platform tersebut memungkinkan pengguna memasang prediksi terhadap beragam peristiwa, mulai dari hasil pemilu, acara hiburan, hingga berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Menurut data Dune Analytics, total nilai taruhan di platform prediction market menembus USD50 miliar sepanjang Juni 2026. Melonjak tajam dibandingkan sekitar US$2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Piala Dunia menjadi kontributor terbesar dalam meningkatkan volume transaksi bulanan Kalshi dan Polymarket hingga empat kali lipat.
Nilai Pasar Pemain
Pesatnya perkembangan prediction market, menurut CNN, mulai menarik perhatian pelaku industri teknologi maupun perjudian. Meta dilaporkan tengah mengembangkan aplikasi prediction market setelah CEO Mark Zuckerberg mengarahkan tim internal untuk menggarap layanan tersebut.
Sedangkan operator perjudian seperti FanDuel dan DraftKings, serta bursa aset kripto Gemini, juga mulai menawarkan produk serupa. Trump Media & Technology Group pun mengumumkan rencana memasuki bisnis prediction market.
Di sisi lain, ekspansi industri ini memicu pengawasan regulator. Lebih dari selusin negara bagian di Amerika Serikat menggugat Kalshi dan Polymarket dengan alasan aktivitas tersebut melanggar aturan perjudian olahraga di wilayah masing-masing.
Pada akhir Juni, pengadilan di Michigan menghentikan sementara layanan Kalshi setelah Jaksa Agung Dana Nessel menuduh perusahaan tersebut menjalankan operasi prediction market tanpa izin dan melanggar regulasi perjudian olahraga negara bagian.
| Baca juga: Pendidikan Membaca Arah Peradaban |
Dengan nilai taruhan yang terus meningkat dan semakin banyaknya perusahaan teknologi maupun operator perjudian yang masuk ke bisnis ini, prediction market menjelma dari sekadar platform spekulasi menjadi salah satu segmen baru dalam ekonomi digital global. Piala Dunia 2026 mempercepat transformasi tersebut.
Keunggulan Spanyol juga terbaca melalui data nilai pasar pemain di Transfermakrt. Spanyol jauh unggul dibanding Argentina. Total nilai pasar pemain Spanyol mencapai 1,22 miliar euro, sementara Argentina 807 juta euro.
Jika digabungkan, nilai pasar kedua tim mencapai sekitar 2,03 miliar euro atau lebih dari Rp41,6 triliun. Menurut CNN, nilai pasar terbesar Spanyol berada di lini tengah dan lini depan. Gelandang mereka memiliki total nilai pasar mencapai 420 juta euro, sedangkan para penyerang bernilai 417,8 juta euro.
Di lini belakang, pemain Spanyol memiliki nilai pasar 288 juta euro, sementara posisi penjaga gawang bernilai 97 juta euro. Pemain termahal Spanyol sekaligus pemain dengan nilai pasar tertinggi di final Piala Dunia 2026 adalah Lamine Yamal. Winger muda Barcelona itu kini memiliki nilai pasar mencapai 200 juta euro atau sekitar Rp4,1 triliun.
Di kubu Argentina, distribusi nilai pasar lebih merata. Lini tengah menjadi sektor paling mahal dengan total 332 juta euro, disusul lini depan senilai 302 juta euro. Barisan pertahanan memiliki nilai pasar 152 juta euro, sedangkan posisi kiper bernilai 21 juta euro. Pemain termahal Argentina versi Transfermarkt adalah Julian Alvarez degan 100 juta euro.
Piala Dunia 2030
Dikabarkan Piala Dunia 2030 mendatang dijadikan edisi peringatan 100 tahun turnamen sepak bola terakbar dunia. FIFA tetapkan enam negara sebagai tuan rumah, dengan format lintas benua; Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan. Yahoo Sports menyebutkan Piala Dunia 2030 akan menjadi edisi ke-24 sekaligus menandai satu abad sejak turnamen perdana digelar di Uruguay pada 1930.
| Baca juga: Beranikah Jadi Tuan Rumah Piala Dunia? |
Maroko, Portugal, dan Spanyol ditetapkan sebagai tuan rumah utama Piala Dunia 2030. Namun, tiga pertandingan pembuka akan digelar di Amerika Selatan, yakni di Uruguay, Argentina, dan Paraguay.
Dengan demikian, total ada enam negara yang menjadi tuan rumah turnamen tersebut, yaitu, Maroko, Portugal, Spanyol, Uruguay, Argentina, dan Paraguay. Sebagai tuan rumah, keenam negara tersebut otomatis lolos ke putaran final Piala Dunia 2030.
Spanyol menjadi negara dengan lokasi pertandingan terbanyak, yakni Madrid, Barcelona, Seville, Bilbao, San Sebastián, Zaragoza, Las Palmas, Valencia, dan Vigo. Uruguay, Argentina, dan Paraguay dijadwalkan menggelar pertandingan pembuka masing-masing pada 8 dan 9 Juni 2030.
Selanjutnya, FIFA akan menggelar upacara pembukaan resmi pada 13 atau 14 Juni 2030. Partai final dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 21 Juli 2030. Belum diumumkan stadion yang akan menjadi lokasi laga puncak.
Diperkirakan FIFA masih akan menerapkan format 48 tim, meski peluang penambahan peserta masih terbuka. Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan akan mengkaji usulan dari Conmebol untuk memperluas jumlah peserta menjadi 64 tim pada edisi 2030.
Apabila disetujui, Piala Dunia 2030 akan menjadi turnamen dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah. UEFA berencana menggunakan format yang mengadopsi sistem Liga Champions, sedangkan Concacaf dijadwalkan memulai babak kualifikasi pada September 2027.
Harapan Indonesia, jika format 48 tim menjadi 64 tim dilaksanakan, boleh jadi terbuka kesempatan Timnas Garuda masuk jajaran sepak bola dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....