Jangan Coba Olahraga Tergila di Dunia

  • 08 Jun 2026 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

.

Penulis: Tjuk Suwarsono (Wartawan)

BILA Anda seorang bertubuh bugar dan memilih jenis olahraga yang keren, jangan sembarangan pilih jenis sport. Pilih yang bersifat rekreatif, bukan yang kompetitif. Olahraga yang nyaman untuk mengisi waktu kosong, bisa dilakukan sambil kulineran. Jangan tersesat pilih bulu tangkis, yang telanjur masuk daftar hitam para dokter.

Di bentang lapangan berukuran 13,40 m x 6,10 m, berlapis karpet 'vinyl mat' atau 'sports vinyl flooring' berwarna hijau klasik, Anda akan menemukan permainan 'paling gila' sedunia. Ibarat berada di sebuah gedung kedap suara, kita mendengar denting sayup saat mereka bermain halus menyisir net. Mendadak kita dikejuti sabetan geledek yang berdentam bagai 'bighoe' membongkar lantai beton. Irama lembut dan ledakan itu silih berganti.

Dari mana sumber ledakan itu berhulu? Dia adalah smes berkecepatan lebih dari 400 km/jam yang dihasilkan dari raket karbon grafit dengan tegangan senar 28-30 lbs (pounds). Yang lebih mengerikan, sambaran smes yang diukur di laboratorium kecepatannya tembus 565 km/jam! Untuk kategori putra pencetaknya adalah pemain ganda India, si hitam tinggi besar, Satwiksairaj Rankireddy. Sedangkan untuk putri rekor tercepat dipegang oleh Pearly Tan (Malaysia) dengan kecepatan 438 km/jam.

Saat bertanding di lapangan, kecepatan smes pemain putra berkisar 350-400 km/jam dalam situasi pertandingan kompetitif. Pemain putri mencapai kecepatan 300-350 km/jam. Bahkan pukulan khusus seperti backhand smes legenda Indonesia Taufik Hidayat atau Lee Zi Jia (Malaysia) pernah tercatat hingga 260 km/jam.

Pemain amatir/menengah kecepatan smes standar biasanya 150-200 km/jam. Ini jauh melampaui kecepatan bola tenis, bola pingpong, bisbol, dan laju bola golf. Bahkan melebihi top-speed kereta Whoosh atau motor balap Ducati Desmosedici di MotoGP.

Penguasa Kecepatan

Catatan resmi Guinness World Records, smes bulu tangkis adalah yang tercepat di dunia olahraga raket. Pemain ganda India, Satwiksairaj Rankireddy oada 2023, mencatatkan smes fantastis 565 km/jam. Jauh melampaui rekor sebelumnya yang legendaris, yakni 493 km/jam milik pemain ganda Malaysia, Tan Boon Heong, pada 2013. Kedua rekor ini secara tegas menempatkan smes bulu tangkis sebagai penguasa kecepatan yang dihasilkan dalam kompetisi olahraga.

Kecepatan ini sangat singkat karena kok mengalami perlambatan (deselerasi) yang drastis segera setelah dipukul. Pemain lawan hanya punya waktu reaksi sekitar 0,3 detik untuk memukul balik kok. Waktu reaksi yang sangat singkat ini menunjukkan sinergi tingkat refleks, koordinasi tubuh, dan kecepatan berpikir yang gila.

Di saat kok menyeberangi net setinggi 1,55 m, dengan laju secepat itu, pemain tak mungkin berkedip mata karena harus memerintah otak untuk sigap menggerakkan tubuh yang berulang kali sepanjang laga. Bulu tangkis bukan permainan langsam, yang ajeg mendatar seperti balap sepeda nomor jalan raya atau golf. Ia butuh kelenturan, kehalusan, sekaligus kekuatan otot, stamina, dan ketahanan.

Lebih dari semua syarat itu, bulu tangkis membutuhkan daya pikir cepat dan kecerdasan memadai untuk membaca beragam serangan lawan. Tidak seperti tenis atau pingpong yang bisa menunggu pantulan bola, pada bulu tangkis pemain dituntut cermat mengontrol garis lapangan sebelum kok jatuh. Kecakapan ini terbentuk dari ribuan kali latihan membaca laju kok, hingga terbentuk sensor kecermatan yang 'built in' dalam tubuh pemain.

Smes Lompat

Penelitian biomekanika menunjukkan variasi gaya sangat memengaruhi kecepatan smes. Bila smes dilakukan dengan lompatan (jump smash) kecepatannya lebih tinggi daripada pukulan saat berdiri. Teknik footwork (gerakan kaki) sebelum melakukan smes, ditambah latihan fisik pergelangan tangan bisa menambah tenaga ledakan. Kelenturan pinggang dan sudut ayunan yang tepat, menambah akurasi arah kok ke sudut-sudut yang sulit dijangkau lawan.

Tercatat tujuh jago bulu tangkis Indonesia masuk dalam Top 10 pemain bulu tangkis dengan smes tercepat di dunia pada 2025 di semua nomor; Jonatan Christie, Gregoria Mariska Tunjung, Amallia Cahaya Pratiwi, Jafar Hidayatullah, Rehan Naufal Kurharjanto, Amri Syahnawi, dan yang paling geledek Sabar Karyaman Gutama.

Sabar yang bermain di ganda putra bersama Moh Reza Pahlevi Isfahani, masuk posisi delapan pemain dengan smes tercepat 430,2 km/jam. Posisi pertama ganda putra ditempati pemain Korea Selatan Kim Won Ho dengan kecepatan 461,6 km/jam. Posisi kedua ditempati Jonatan Christie yang punya smes berkecepatan 419,6 km/jam. Di tunggal putra, pemain Singapura, Jia Heng Jason Teh, berada di posisi teratas dengan kecepatan 446,9 km/jam.

Pemain ketiga Indonesia yang memiliki smes tercepat adalah Jafar Hidayatullah yang bermain di ganda campuran. Jafar mencatatkan smes 399 km/jam, bersaing ketat dengan Guo Xin Wa dari China dengan kecepatan 399,2 km/jam.

Sebuah revolusi total berlangsung di sini. Jika kita saksikan pemain era Rudy Hartono, segalanya jauh berbeda. Rudy dan Svend Pri bertanding di lapangan lantai kayu. Sorot lampunya bohlam neon biasa. Raket mereka masih terbuat dari kayu, atau gabungan kayu dan aluminium. Tarikan senarnya paling kencang 22 lbs, menghasilkan smes tak lebih dari 240 km/jam. Mereka juga tidak melompat saat menggebuk keras, baru dimulai era Liem Swie King ‘King Smash’ dan diwariskan ke Hariyanto Arbi.

Dulu Rudy bermain dengan hitungan 0-15 plus pindah bola. Sekarang 0-21 tetapi 'rally point' tak mengenal pindah bola dan segera diterapkan skor lebih pendek 3x15. Waktu istirahat bagi pemain juga pendek hanya sekali di saat angka 11. Servis pun diawasi ketat soal ketinggian kepala raket saat memukul.

Zaman Rudy durasi reli umumnya singkat antara 25-40 pukulan, sekarang bisa lebih 154 pukulan terjadi pada ganda putri di Swiss Open 2010 Basel. Bola bertahan di udara selama 2 menit 36 detik. Paling gila bahkan terjadi di Malaysia Masters 2023 selama hampir 4 menit nonstop menghasilkan 211 pukulan!

Rasanya ini bukan lagi olahraga untuk sehat. Ini siksaan mematikan terhadap jantung dan seluruh otot tubuh. Maka jangan lakukan olahraga tergila ini sembarangan, apalagi sampai ke jenjang juara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....